Rabu, 15 April 2026

Mentan RI Gandeng PT SGN, Komitmen Hilirisasi Perkebunan Komoditas Tebu

Kementerian Pertanian RI bersama PT Sinergi Gula Nusantara menegaskan langkah strategis dalam mempercepat program hilirisasi perkebunan

Foto Istimewa SGN
TEGASKAN KOMITMEN - Mentan Andi Amran Sulaiman saat hadir memimpin Rapat Kerja Program Hilirisasi Perkebunan yang digelar di Representative Office PT SGN, perkebunan. Kementan bersama PT SGN menegaskan langkah strategis dalam mempercepat program hilirisasi perkebunan. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kementerian Pertanian RI bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menegaskan langkah strategis dalam mempercepat program hilirisasi perkebunan. 

Hal ini disampaikan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, bersama Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, di sela Rapat Kerja Program Hilirisasi Perkebunan yang digelar di Representative Office PT SGN, Surabaya.

Amran menjelaskan, agenda hilirisasi merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah (adding value) sektor pertanian. 

“Sesuai gagasan besar Bapak Presiden, kita ingin hilirisasi pertanian agar tercipta nilai tambah. Dalam program ini, kita lakukan replanting dengan tanaman baru," kata Andi Amran Sulaiman, Selasa (22/9/2025).

Baca juga: Terhadang Gula Rafinasi yang Bocor di Pasaran, Ditjenbun dan PT SGN Datangi Kejati Jatim

Anggaran sebesar Rp 9,95 triliun sudah disiapkan khusus untuk penyediaan bibit, yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. 

Program ini diharapkan mampu menciptakan 1,6 juta lapangan kerja.

Dalam pelaksanaannya, PTPN Group melalui PT SGN dipercaya sebagai motor penggerak pendampingan di lapangan.

Baca juga: Program Penyerapan Gula Petani, SGN : Harga Minimal Rp 14.500 Per Kilogram

Direktur Utama PT SGN menegaskan komitmen perusahaan untuk menjalankan mandat tersebut. 

“Hilirisasi bukan sekadar program, melainkan amanah negara yang harus kami kawal. Untuk itu PT SGN menempatkan komoditas tebu sebagai prioritas strategis demi tercapainya swasembada gula nasional,” tambah Mahmudi, Direktur Utama PT SGN.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa PT SGN menyiapkan langkah nyata untuk memastikan keberhasilan program, terutama dalam mendampingi petani. 

“Kami sudah menurunkan tim pendampingan ke berbagai daerah, membantu petani dalam percepatan bongkar ratoon maupun replanting. SGN hadir tidak hanya sebagai offtaker, tetapi juga sebagai mitra yang siap mendukung petani di lapangan,” jelasnya.

Terkait anggaran khusus untuk tebu, Menteri Pertanian RI memaparkan bahwa pemerintah telah menyiapkan Rp 1,6 triliun dari total anggaran. 

Baca juga: Kolaborasi PT SGN dan PT Enero Soal Kesiapan Industri Bioenergi Dapat Pujian dari Komisi VI DPR RI

Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung program replanting tebu, termasuk pembongkaran ratoon yang kini mendapat perhatian serius pemerintah.

“Biasanya bongkar ratoon maksimal hanya 5 ribu hektare per tahun, sekarang sudah mencapai 17 ribu hektare, naik 200 persen. Itu hasil dari kebijakan Presiden ditambah dukungan bongkar ratoon gratis. Begitu besar perhatian pemerintah kepada petani,” tambah Amran.

Lebih lanjut, Amran menekankan, dana Rp1,6 triliun tidak berhenti pada tahun ini saja, melainkan akan kembali tersedia pada tahun-tahun berikutnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved