Program Penyerapan Gula Petani, SGN : Harga Minimal Rp 14.500 Per Kilogram
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menjadi tuan rumah rapat pembahasan program penyerapan gula petani
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menjadi tuan rumah rapat pembahasan program penyerapan gula petani sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Penyerapan Gula Petani di Badan Pangan Nasional pada 20 Agustus 2025.
Salah satu kesepakatan penting yang dibahas adalah penerapan harga minimal Rp14.500/kg untuk menjaga keberlanjutan usaha petani tebu nasional.
Rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya penyerapan gula petani akan segera dilakukan melalui dana Danantara, dengan sisa produksi yang belum terserap akan ditangani oleh para pedagang gula.
Baca juga: Dihajar Gula Impor, Petani Tebu Jatim Remuk 76.500 Ton Gula Tidak Terserap, Tagih Janji Pemerintah
Seluruh pihak juga menegaskan komitmen untuk mencegah bocornya gula rafinasi ke pasar eceran.
Sementara penjualan tebu petani diwajibkan melalui mekanisme lelang di pabrik gula dengan harga minimal Rp14.500 per kilogram.
Baca juga: Perkuat Sektor Gula Nasional, PT SGN dan KB Bank Sepakati Kerja Sama Soal Pembiayaan Petani Tebu
Adapun aspek teknis pelaksanaan program penyerapan diserahkan kepada PT SGN, ID Food, dan APTRI untuk memastikan proses berjalan efektif dan sesuai ketentuan.
"Rapat ini menghasilkan komitmen bersama bahwa pabrik gula, petani, dan pedagang harus berjalan dalam satu visi menjaga stabilitas harga, kelancaran distribusi, dan keberlanjutan industri gula nasional sepanjang musim giling 2025," kata Mahmudi, Direktur Utama PT SGN, dalam rilisnya Minggu (24/8/2025).
Baca juga: Kunjungi Kebun dan Pabrik Gula PT SGN di Banyuwangi, BPK RI: Dukung Pencapaian Swasembada Gula
I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Menko Pangan, yang memimpin pertemuan tersebut, mengatakan, petani dan pedagang tidak bisa berjalan sendiri.
"Semua harus saling mendengar dan saling melengkapi. Pemerintah hadir, pedagang berkontribusi, dan petani berjuang. Ini menjadi kolaborasi penting agar problem penyerapan gula dapat diantisipasi sejak awal,” ungkap I Gusti Ketut.
Mahmudi juga menekankan, momentum ini adalah bukti nyata perhatian serius pemerintah dan industri terhadap keberlangsungan tebu rakyat.
“Hal ini menjadi berkah bagi industri gula. Pemerintah memberikan dukungan nyata, petani berkomitmen meningkatkan produktivitas, pabrik gula melakukan perbaikan mutu, dan pedagang mengatur tata niaga. Dengan sinergi ini, kami optimistis industri gula ke depan bisa lebih baik,” pungkas Mahmudi.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Negara yang Diuntungkan? Rusia Raup Rp 325 Triliun di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran |
|
|---|
| Pajak Rp75 Miliar 'Didiskon' Jadi Rp15 Miliar, 4 Pegawai Pajak Jakarta Utara Diperiksa KPK |
|
|---|
| ISOPLUS Run Series 2026 Digelar di Jakarta dan Surabaya, Targetkan 17 Ribu Pelari |
|
|---|
| Pecah Kongsi Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo Sebut Rismon Zombie, Dokter Tifa Singgung Perubahan |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga: Selamatkan Ikan Belida dan Bangun Ekonomi Masyarakat Sungai Musi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/untuk-menjaga-keberlanjutan-usaha-petani-tebu-nasional.jpg)