SURYA.CO.ID - Di tengah kabar pemutusan kontrak kerja Sandi Butar sebagai PPPK Damkar Kota Depok, sosok Adnan Mahyudin kembali jadi sorotan.
Sosok Adnan Mahyudin sempat disinggung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari, saat mengetahui kontrak Sandi Butar tak diperpanjang per Januari 2025 lalu.
Legislator dari Partai Gerindra itu mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan setiap persoalan dilaporkan dan harus ditindaklanjuti.
“Jadi kan sekarang kan memang dari perintah bapak (Presiden Prabowo) langsung."
"Jadi setiap apapun yang terjadi ini kan langsung dilaporkan entah ke admin Gerindra ataupun ke anggota DPRD dari Gerindra dan itu langsung di follow up,” kata Yeti, dikutip SURYA.CO.ID dari Wartakota.
Yeti mengaku, pemutusan hubungan kerja Sandi Butar menjadi kasus pertama yang ia tangani saat menjadi anggota DPRD Kota Depok.
Baca juga: Alasan Tessy Haryati Pecat Sandi Butar Butar PPPK Damkar Kota Depok Terkuak, Mengacu Pasal Ini
Dia lantas mewanti-wanti Adnan Mahyudin terkait persoalan yang menimpa lembaganya.
“Makanya waktu rapat anggaran itu saya sudah wanti-wanti ke Pak Adnan,” ujarnya.
“Pak Adnan, presiden sekarang itu berbeda gak seperti presiden kemarin ini saya sudah diperintahkan oleh presiden karena sudah dua kali Bapak mengalami permasalahan seperti ini, aku bilang gitu,” sambungnya.
Tak main-main, Yeti memperingatkan Adnan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama atau berpotensi dipecat dari jabatannya.
“Jadi bapak (Adnan) siap-siap saja kalau memang tidak beres lagi yang ketiga bapak siap-siap dipecat, saya sudah ngomong,” ujarnya.
Yeti pun merasa heran, Sandi sudah mengabdi kurang lebih 10 tahun di Damkar Depok dan dengan mudahnya kontrak kerja tidak diperpanjang.
Baca juga: Rekam Jejak Tessy Haryati, Srikandi Damkar Kota Depok yang Pecat Sandi Butar Usai Diangkat Jadi PPPK
Sosok Adnan Mahyudin
Adnan Mahyudin merupakan Kepala Dinas Damkar Depok.