Jumat, 10 April 2026

Berita Banyuwangi

KKN di Banyuwangi, Ratusan Mahasiswa Unair Dilibatkan Program Pengentasan Kemiskinan

Sebanyak 647 mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya melaksanakan KKN di Kabupaten Banyuwangi, 9 Januari-3 Februari 2024.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
647 mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya yang melaksanakan KKN di Banyuwangi, disambut Asisten Administrasi Umum Kabupaten Banyuwangi Choiril Ustadi Yudawanto di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Selasa (9/1/2024). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Sebanyak 647 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) BBK (Belajar Bersama Komunitas) di Kabupaten Banyuwangi, 9 Januari-3 Februari 2024.

Ratusan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu tersebut, telah tiba di Banyuwangi disambut langsung Asisten Administrasi Umum Kabupaten Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Selasa (9/1/2024).

Turut hadir, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi Prof Dr Soetojo, para dosen pembimbing lapangan serta segenap jajaran dari Pemkab Banyuwangi.

“Selamat datang di Banyuwangi, semoga segera bisa beradaptasi sehingga bisa melaksanakan KKN dengan lancar sampai selesai,” kata Ustadi.

Ia berpesan dua hal kepada para mahasiswa. Pertama, Choiril Ustadi berharap para mahasiswa ikut bergotong royong menurunkan angka kemiskinan di Banyuwangi.

Kedua, ikut terlibat dalam upaya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

“Kami berharap para mahasiswa bisa ikut terlibat dalam proses ini,” ujar Ustadi.

Terkait pengentasan kemiskinan, ia mengatakan, Pemkab Banyuwanti telah menargetkan angka kemiskinan turun dari 7,34 persen menjadi 6,34 persen.

Pemkab telah menyiapkan tiga strategi pengentasan kemiskinan. Meliputi, mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin lewat beragam subsidi.

Kemudian, meningkatkan pendapatan warga miskin melalui pelatihan padat karya serta memutus trasmisi kemiskinan melalui pendidikan dan peningkatan kapasitas SDM.

“Selama terjun ke masyarakat, mahasiswa bisa ikut memotivasi anak-anak kurang mampu agar tidak sampai putus sekolah. Mereka harus dipahamkan, bahwa pendidikan adalah salah satu media untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan pendidikan, mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang lebih layak," ujar Ustadi.

"Itu satu hal yang perlu mahasiswa lakukan. Kalian harus menjadi role model bagi anak-anak di lingkungan KKN nanti. Pesankan bahwa pendidikan itu sangat penting untuk masa depan mereka," tandasnya.

Sementara, Dekan FIKKIA Unair Banyuwangi Prof Dr Soetojo menjelaskan, ratusan mahasiswa dari multi fakultas tersebut akan disebar di 65 desa/kelurahan pada 7 kecamatan. Yakni Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, Licin, Blimbingsari dan Singojuruh.

“Kami berharap, selain menerapkan ilmunya secara langsung di masyarakat, para mahasiswa juga bisa berkontribusi membantu berbagai program pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Khususnya menurunkan kemiskinan dan peningkatan IPM,” kata Prof Soetojo.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved