Jumat, 10 April 2026

Berita Surabaya

Intiland dan Saltware Kolaborasi untuk Kembangkan Pertanian Cerdas

PT Intiland Development Tbk mendukung pertumbuhan industri pertanian nasional

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
IST
Penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding antara Intiland, yang dilakukan oleh Pendiri dan Direktur Utama PT Intiland Development Tbk Hendro S Gondokusumo, dan Dr Lee Jeong Kun, selaku Chairman, Pendiri dan Chief Executive Officer Saltware, di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, akhir pekan lalu disaksikan Kepala Staf Presiden sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI(Purn) Dr Moeldoko. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Intiland Development Tbk (Intiland;DILD) mendukung pertumbuhan industri pertanian nasional sebagaimana upaya Pemerintah dalam mendorong sektor tersebut.

Dukungan ini diwujudkan melalui kerja sama Intiland dengan Saltware Co Ltd (Saltware) dalam implementasi teknologi pertanian cerdas (smartfarming) di sejumlah lahan produktif milik Intiland.

Kerja sama itu secara simbolis diabadikan dalam prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding antara Intiland dan Saltware di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, akhir pekan lalu disaksikan Kepala Staf Presiden sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko.

Pendiri dan Direktur Utama PT Intiland Development Tbk Hendro S Gondokusumo meyakini sektor pertanian bukan hanya menjadi tulang punggung pangan negara, tetapi juga memegang peranan signifikan dalam perekonomian.

Oleh karena itu Hendro menyebut kontribusi Intiland sebagai pengembang properti dalam mendukung sektor agraria adalah dengan menyediakan lahan yang optimal untuk produktivitas pertanian.

"Dengan mengintegrasikan pengembangan lahan dengan pertanian, Intiland tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendukung penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi lokal, dan kemandirian pangan negara," kata Hendro, Senin (8/1/2023).

Pelaku industri pertanian dapat memanfaatkan lahan yang ada dengan cara-cara  berkelanjutan, termasuk  penggunaan teknologi modern untuk memaksimalkan hasil pertanian.

Pendapat serupa disampaikan oleh Dr Lee Jeong Kun, selaku Chairman, Pendiri dan Chief Executive Officer Saltware.

Menurutnya, budidaya tanaman bernilai tinggi seperti stroberi di Indonesia dapat menggunakan smartfarming yang dikombinasikan dengan teknologi IT Korea.

"Jika budidaya percobaan berhasil, kami berencana untuk memperkenalkan model smart farming stroberi standar keseluruh wilayah Indonesia, sehingga banyak orang Indonesiabisa menikmati stroberi Korea yang lezat,” kata Dr Lee Jeong Kun.

Saltware adalah perusahaan publik asal Korea Selatan yang bergerak di bidang teknologi dengan portofolio meliputi cloud service, infrastructure service, enterprise portal, dan digital farming.

Saltware selama ini berperandalam penciptaan solusi-solusi canggih untuk pertanian dengan menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi.

Secara umum teknologi IoT membantu petani memantau kondisi lingkungan secara real-time, memberikan informasi mengenai tingkat kelembapan, suhu, dan kondisi tanah secara mendetail.

Dengan informasi yang akurat tersebut, petani dapat menyesuaikan penggunaan air secara lebih efisien, serta mengurangi tingkat konsumsinya tanpa mengorbankan kesehatan tanaman.

“Keunggulan ini tidak hanya mengurangi biaya penggunaan air, tetapi juga mendukung upaya konservasi sumber daya air yang penting dalam daerah beriklim panas,” jelas Dr Lee Jeong Kun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved