Berita Viral

Tabiat Pasangan Pengemis di Ponorogo yang Berpenghasilan Rp 1,5 Juta Per Hari, Bikin Resah Warga

Terungkap tabiat SL (58) dan SA (50), pasangan pengemis di Ponorogo, Jawa Timur, yang bikin resah warga. Penghasilannya Rp 1,5 juta per hari.

|
kolase SURYA.co.id dan Tribunnews
PENGEMIS KAYA - (kiri) Pasangan pengemis kaya di Ponorogo yang diamankan Satpol PP. Terungkap penghasilannya Rp 45 juta per bulan. 

SURYA.co.id - Terungkap tabiat SL (58) dan SA (50), pasangan pengemis di Ponorogo, Jawa Timur, yang bikin resah warga.

Pasangan pengemis juga jadi sorotan karena penghasilannya yang cukup fantastis, Rp 45 juta per bulan.

Kalau dirata-rata, per harinya mereka mendapat Rp 1,5 juta dari hasil mengemis.

Satpol PP Kabupaten Ponorogo mengamankan mereka di kawasan perempatan Jabung, Kecamatan Mlarak.

Penangkapan ini dilakukan setelah menerima sejumlah laporan dari warga yang merasa terganggu dengan perilaku keduanya.

Yang mengejutkan, dari hasil razia tersebut terungkap bahwa dalam waktu hanya dua jam, pasangan ini mampu mengumpulkan uang tunai senilai Rp 1.462.500.

Baca juga: Pengemis Kaya di Ponorogo Sebulan Bisa Dapat Rp45 Juta, Keluarkan Makian Kotor Jika Tak Diberi

Jika dirata-rata, potensi penghasilan mereka dalam sebulan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

“Uang yang kami sita terdiri dari berbagai pecahan mulai dari Rp 500 hingga Rp 20 ribu. Saat dihitung totalnya nyaris mencapai Rp 1,5 juta,” ungkap Subiantoro, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Ponorogo, pada Rabu (23/7/2025).

Perilaku Mengemis yang Meresahkan Warga

Bukan hanya soal jumlah uang yang fantastis, perilaku pasutri ini juga menuai keluhan.

Menurut keterangan Subiantoro, salah satu dari mereka, yaitu SA, kerap melontarkan kata-kata kasar jika tidak diberi uang oleh pengguna jalan.

“Kalau tidak diberi, terutama yang perempuan ini, bisa mengumpat bahkan sampai marah-marah di tengah jalan,” jelasnya.

Akibat ulah mereka yang dianggap mengganggu ketertiban umum, sejumlah warga melaporkan aktivitas tersebut ke pihak Satpol PP.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera melakukan operasi penertiban.

“Awalnya kami amankan yang perempuan terlebih dahulu. Namun tak lama kemudian, suaminya datang dan langsung kami tangkap juga,” tambah Subiantoro.

Dibawa ke Dinas Sosial untuk Pendataan

Setelah diamankan, pasangan tersebut langsung dibawa ke Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo di Jalan Gondosuli, Kelurahan Nologaten, untuk proses pembinaan dan pendataan lebih lanjut.

Operasi ini menjadi pengingat penting bahwa praktik mengemis tidak selalu identik dengan kemiskinan.

Selain itu, aparat mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memberikan bantuan, serta mendukung upaya penertiban demi kenyamanan bersama.

3 Pengemis Tajir Diamankan di Ponorogo

Sebelumnya, penertiban pengemis di Ponorogo, Selasa (11/3/2025), membuat petugas tercengang dengan hasil yang didapatkan.

Petugas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo menangkap 3 pengemis di beberapa lokasi dan ketiganya merupakan penyandang disabilitas.

Mereka adalah S, warga Kota Blitar Jatim; DU dari Kabupaten Sragen Jawa Tengah; dan M, warga Kabupaten Madiun. Dari mengemis itu, ketiganya bisa berkecukupan di balik wajah memelasnya.

Pengakuan mereka, dalam sehari mengemis bisa mengantongi Rp 400.000 atau rata-rata Rp 12 juta sebulan. Bahkan ketika diperiksa oleh petugas Dinsos P3A, para pengemis juga mempunyai 4 handphone jenis android yang semuanya keluaran terbaru.

“Jadi kalau kemarin PNS kalah. Kalau ini bahkan sebulan mencapai Rp 12 juta. Mereka mengetuk rasa kasihan warga dengan keterbatasan fisik mereka,” ungkap Kepala Dinsos P3A Ponorogo, Supriyadi, Selasa (11/3/2025),

Supriyadi menjelaskan, akhir-akhir ini banyak aduan dari masyarakat bahwa banyak pengamen, pengemis di perempatan jalan. Dan sejak sepekan lalu pihaknya melakukan penertiban pengemis.

“Hari ini kita melakukan penanganan kembali 3 pengemis. Semuanya dari luar daerah, seperti Blitar , Madium dan Sragen,” kata Supriyadi.

Ternyata para pengemis itu punya jadwal 'ngantor' sendiri. Seperti DU yang mulai berangkat dan mangkap pukul 09.00 WIB. Saat ditertibkan pada pukul 11.45 WIB, DU sudah mendapat uang Rp 174.000. "Memang ini eksploitasi kekurangan fisik karena ia penyandang disabilitas, dimanfaatkan yang bersangkutan (untuk mengemis),” urainya.

Untuk pengemis berinisial S sudah mendapatkan Rp 340.000 dan membuat kaget petugas yang menemukan 4 HP android terbaru di tasnya.

“Mereka itu pemain lama dan beberapa kali kita tertibkan, sudah dapatkan layanan rehabilitasi, ternyata kembali ke jalan,” bebernya.

Supriyadi menjelaskan ketiga pengemis itu kembali karena mengaku bahwa warga Kabupaten Ponorogo sangat pemurah alias dermawan.

“Bahasa orang Ponorogo awean, luman, lebih enak ngemis. Kami tertibkan semua dari luar Ponorogo. Dan kami imbau warga agar tidak memberi kepada mereka,” pungkasnya.

Saat diwawancarai, pengemis S mengakui semakin sering ke jalanan pada bulan puasa dengan dalih agar bisa memberi salam tempel (sangu) kepada keluarga.  “Yang uang pecahan Rp 5.000 buat nyangoni (memberikan uang) anak kecil saat lebaran,” ungkap S.

Bersama para koleganya, S memang berpindah lokasi kerja, mulai kawasan alun-alun, traffic light Taman Sukowati, maupun perempatan Terminal Seloaji. 

“Ponorogo itu warganya pemurah. Sehari dapat Rp 100.000. Uangnya buat makan, sebagian untuk keluarga, sebagian lagi saya sisihkan untuk bagi-bagi saat lebaran. Saya juga mengaku ke keluarga kalau mengemis," tambahnya.

Sedangkan pengemis DU dari Sragen sangat tidak ideal disebut peminta-minta. Karena secara fisik ia berbadan besar dan tambun, tidak seperti orang kekurangan. 

DU juga berpindah posisi, dari Ponorogo juga Kota Madiun. "Kalau pendapatan sama saja, sehari nggak pasti dapatnya, kalau cuaca gelap dapat Rp 100.000, kalau cuaca cerah bisa mengumpulkan Rp 300.000 sampai Rp 400.000," katanya enteng.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved