Porprov IX Jatim 2025

Anggaran Dipangkas Dan Fasilitas Terbatas, Trenggalek Terkapar di Dasar Klasemen Porprov 2025

"Tidak apa-apa, tetap semangat, kita balas di Porprov selanjutnya," kata Bupati yang akrab disapa Mas Ipin, Rabu (9/7/2025)

surya/sofyan arif candra saksi (sofyan)
MINIM DUKUNGAN - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) memberikan semangat kepada kontingen Trenggalek meski berada di posisi terbawah klasemen akhir Porprov Jatim IX 2025. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek harus menerima kenyataan pahit dengan menempati posisi juru kunci dalam klasemen akhir Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025. 

Kontingen Bumi Menak Sopal hanya mampu meraih total 11 medali, terdiri dari 3 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Total perolehan tersebut hanya mengumpulkan 24 poin.

Meski hasil yang diraih jauh dari target, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin tetap memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh atlet dan ofisial yang telah berjuang membawa nama daerah.

"Tidak apa-apa, tetap semangat, kita balas di Porprov selanjutnya," kata Bupati yang akrab disapa Mas Ipin, Rabu (9/7/2025).

Sementara Wakil Ketua Umum KONI Trenggalek, Adit Suparno mengungkapkan sejumlah kendala yang menjadi penyebab minimnya capaian prestasi dalam Porprov ke IX ini. 

Menurutnya, masalah utama terletak pada minimnya anggaran serta sarana dan prasarana yang belum memadai. "Kita harus menekankan pembinaan kepada cabang olahraga (cabor), dan dari evaluasi yang kita lakukan, salah satu penyebabnya adalah prestasi yang tidak berkesinambungan di masing-masing cabor," jelas Adit.

Ia mencontohkan, cabor pencak silat yang sebelumnya menyumbang medali emas, kini tidak bisa lagi diandalkan karena atletnya terkendala usia. "Akhirnya diganti atlet junior, dan hasilnya tidak bisa mengulang prestasi emas," tambahnya.

Hal serupa juga terjadi pada cabor panahan. Atlet andalan Kota Alen-alen yang sebelumnya diharapkan tampil tidak bisa bergabung lantaran kesibukan kuliah di luar daerah. "Jadi mereka tidak bisa mengikuti latihan rutin," imbuhnya.

Adit menyebut bahwa pemotongan anggaran akibat kebutuhan Pilkada di akhir 2024 berdampak langsung pada program pembinaan.  Sejumlah cabor tidak bisa mengikuti Kejurda maupun turnamen terbuka lainnya karena keterbatasan biaya.

Belum lagi tahun 2025 dihadapkan dengan efisiensi sehingga anggaran banyak yang dikepras. "Padahal dari sisi jumlah, cabang olahraga kita bertambah, dari 24 menjadi 32. Tetapi anggarannya malah turun. Ini membuat pembinaan semakin sulit," terangnya.

Masalah lain yang dihadapi adalah ketersediaan sarana latihan. Beberapa cabor bahkan harus menyewa fasilitas di luar daerah seperti Tulungagung. "Kolam renang kita misalnya, tidak berstandar nasional, jadi atlet renang harus latihan ke kota lain," katanya.

KONI Trenggalek sebelumnya menargetkan perolehan medali yang sama dengan tahun lalu, yaitu 16 medali dengan rincian 5 emas, 6 perak, dan 5 perunggu. 

Meski hasil Porprov Jatim IX mengecewakan, KONI Trenggalek berkomitmen melakukan evaluasi demi perbaikan pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga Trenggalek. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved