Perampok Ditembak Mati
Kronologi Tim Jatanras Polda Jatim Tembak Mati 2 Perampok Antar Provinsi di Sidoarjo
Kronologi penangkapan komplotan perampok antar kota dan provinsi, yang berujung menembak mati 2 orang pelaku pada Senin (2/5/2025) malam.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
Demi mengecoh kendaraan petugas kepolisian yang melakukan pengejaran, mobil komplotan tersebut beberapa kali bermanuver zig-zag, bahkan manuver tersebut sempat hampir mencelakai kendaraan masyarakat sipil di dekatnya.
Kendaraan komplotan perampok itu mencelakai pengendara warga sipil di sekitarnya, termasuk petugas kepolisian.
Jumhur mengungkapkan, petugas kepolisian terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur untuk menggagalkan upaya nekat gerombolan perampok tersebut untuk kabur.
"Anggota memotong, dia melakukan tabrak juga, karena sangat membahayakan anggota, kami lakukan peringatan tembakan, tapi tetap melaju, sampai menabrak mobil petugas," jelasnya.
Beberapa kali peluru yang dimuntahkan senjata milik petugas kepolisian, bersarang pada beberapa bagian bodi mobil yang dikendarai komplotan tersebut.
Hingga akhirnya, beberapa peluru menewaskan pelaku A yang bertugas sebagai sopir.
Termasuk pelaku E, yang duduk di bangku penumpang bagian tengah sisi kanan, atau tepat di belakang sopir.
Laju mobil kian melambat hingga akhirnya berhenti usai menabrak pembatas besi (guard rail) sisi kiri ruas jalan Tol Surabaya-Gempol itu.
"Lalu kami melakukan tindakan tegas. Tadi 2 orang meninggal dunia (MD). Yang 1 melarikan diri di Perumahan Kahuripan, masih kami cari. Yang satu langsung kami amankan di ruangan," ungkapnya.
Sedangkan, pelaku J yang duduk di bangku penumpang sisi kiri dari bangku sopir, ternyata masih sempat keluar dari dalam mobil.
Dan, kembali melanjutkan upayanya kabur dengan berlari menyusuri semak belukar dan parit yang menuju Perumahan Kahuripan kawasan, Buduran, Sidoarjo.
Namun, upaya tersebut tidak bisa ditiru oleh pelaku R, yang duduk tepat di belakang pelaku J, yakni bangku penumpang bagian tengah sisi kiri.
Menurut Jumhur, pelaku R juga sempat berupaya kabur seperti temannya itu, tapi upayanya itu berhasil digagalkan oleh petugas kepolisian yang secara sigap menyergapnya.
"Yang MD ini, A sopir dan E duduk di belakang. Yang J duduk depan sebelah kiri, melarikan diri. Yang R duduk belakang J," terangnya.
Mengenai rekam jejak aksi komplotan tersebut, Jumhur tak menampik bahwa beberapa pelaku dalam komplotan itu berstatus residivis atau penjahat kambuhan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.