Berita Viral
Lebih Sewenang-wenang dari Jan Hwa Diana, Perusahaan di Sidoarjo Tahan Gaji dan Intimidasi Pegawai
Kasus penahanan ijazah seperti yang dilakukan Jan Hwa Diana, kini terjadi lagi di Sidoarjo, Jawa Timur. Bahkan kali ini lebih sewenang-wenang.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
SURYA.co.id - Kasus penahanan ijazah seperti yang dilakukan Jan Hwa Diana, kini terjadi lagi di Sidoarjo, Jawa Timur.
Tapi kali ini si pemilik perusahaan malah lebih sewenang-wenang dari Jan Hwa Diana.
Tak cuma menahan ijazah, dia juga menahan gaji sejumlah pegawai.
Bahkan ia tega mengintimidasi para pegawainya.
Akibatnya, sebanyak 23 karyawan dan mantan karyawan PT Tedmonnindo Pratama Semesta melaporkan perusahaan tersebut ke Polresta Sidoarjo terkait dugaan penggelapan ijazah.
Laporan resmi tercatat dengan Nomor: LPM/663/V/2025/SPKT/POLRESTA SIDOARJO/POLDA JAWA TIMUR, yang diajukan pada tanggal 30 Mei 2025, dengan Komisaris Utama PT Tedmonnindo Pratama Semesta, Reymond Ferry, sebagai terlapor.
Baca juga: Akhirnya Polda Jatim Terima Dokumen Pribadi Eks Karyawan Jan Hwa Diana, Siap Bantu Kembalikan
Reymond Ferry disangkakan melanggar Pasal 372 KUHP tentang dugaan tindak pidana penggelapan.
Kuasa Hukum para pelapor, Sigit Imam Basuki, menyatakan,
“Kami melaporkan terkait dengan penahanan ijazah, kemudian gaji yang belum diberikan, kemudian kemarin juga ada intimidasi ya,” Jumat (30/5/2025), melansir dari Kompas.com.
PT Tedmonnindo Pratama Semesta, yang bergerak di bidang produksi dan penjualan tandon air, diduga melakukan penggelapan ijazah karyawan di salah satu kantornya yang terletak di Desa Gelam, Kecamatan Candi, Sidoarjo.
Selain penggelapan ijazah, perusahaan ini juga dituduh menunggak pembayaran gaji karyawan dan melakukan intimidasi berupa pemerasan.
“Dikasih intimidasi terhadap karyawan dan terkait dengan gaji yang belum dibayar. Kemudian (pihak perusahaan) meminta penggantian barang yang hilang dengan pemotongan gaji sebesar Rp250.000 per orang per bulan kali 24," ujar Sigit.
Pemotongan gaji ini tertera dalam dokumen resmi, dan jika karyawan tidak setuju, gaji mereka akan dipotong hingga tidak dapat dicairkan.
“Informasinya ada karyawan yang dipotong gajinya, mereka yang mungkin takut kehilangan pekerjaan.
Kemudian ada juga yang tidak mau, kemudian yang tidak mau dipotong mereka mengadu ke kami dan melaporkan, saya laporkan ke SPKT ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, perusahaan diduga meminta tebusan sebesar Rp 6,5 juta untuk mengembalikan ijazah yang ditahan.
“Ya, kalau saya menilai indikasi pemerasan, kalau saya dengar ada termasuk kemarin terkait dengan ijazah yang ditahan. Mereka minta untuk nebus sejumlah Rp 6.500.000 selain yang potongan itu tadi,” ungkap Sigit.
Sigit juga menjelaskan bahwa sejumlah karyawan dipecat dengan alasan pertanggungjawaban kehilangan barang, dan sebagian dari mereka ikut melapor ke Polresta Sidoarjo.
“23 orang ini sekarang ada yang bekerja, kemudian ada juga yang sudah resign,” ujarnya.
Dia berharap pihak kepolisian dapat menyelidiki kasus ini dengan serius.
“Saya berharap Polresta Sidoarjo menangani laporan kami dengan serius, jangan sampai bahasanya masuk angin,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kompas.com telah mencoba menghubungi pihak PT Tedmonnindo Pratama Semesta untuk mendapatkan tanggapan, namun belum memperoleh respons.
Kelakuan Diana Dikuliti
Sejak kasus penahanan ijazah eks karyawan UD Sentosa Seal mencuat, kelakuan pemilik perusahaan tersebut, Jan Hwa Diana, pun turut jadi sorotan.
Diketahui, permasalahan penahanan ijazah bermula saat eks karyawan UD Sentosa Seal mengadu ke Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.
Keluhan ini mendorong Armuji melakukan inspeksi mendadak ke gudang CV SS pada (09/04/2025).
Namun, ia mengaku dihalangi masuk dan malah dituduh sebagai penipu oleh pihak perusahaan.
"Saya sudah mencoba menelepon pihak perusahaan, tapi malah dituduh sebagai penipu. Bahkan saya tidak dianggap sebagai Wakil Wali Kota. Ini sangat disayangkan," ujar Armuji.
Tak terima dituduh, Armuji menegaskan dirinya akan menempuh jalur hukum.
"Saya ini Wakil Wali Kota Surabaya, kok dibilang penipu. Saya akan tempuh jalur hukum juga," katanya dalam unggahan Instagram, 11 April 2025.
Sejak inilah, satu per satu kelakuan Jan Hwa Diana mulai disorot. Pasalnya, dia pun bahkan nekat membohongi sejumlah penjabat.
Berikut ini kelakuan Jan Hwa Diana yang jadi sorotan, dikutip dari laporan wartawan SURYA.CO.ID dan sejumlah artikel di Kompas.com.
- Laporkan Armuji
Sebaliknya, Diana justru lebih dulu melaporkan Armuji ke Polda Jawa Timur dengan tuduhan pelanggaran UU ITE.
Diana tak terima karena sidak tersebut disiarkan melalui channel youtube Armuji.
"Saya ini salah opo (apa)? Mediasi saja enggak ada, terus fotonya orang main-main comot. Saya bingung, syok saya, apa? Apa yang terjadi gitu loh," kata Diana, dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com.
Diana juga merasa ucapan Cak Ji-sapaan akrab Armuji, yang menganggapnya sebagai bandar narkoba merupakan tuduhan.
Diana menegaskan, pekerjaanya tidak berhubungan dengan tuduhan tersebut.
"Saya dikata-katai bandar narkoba, aku ini kerja setengah mati, pagi sampai malam."
"Kok ngomongnya kayak begitu? Ini pengayom masyarakat, masa nuduh saya bandar narkoba," ujar dia.
Akhirnya, Diana memutuskan untuk melaporkan Armuji ke Polda Jatim pada Kamis (10/4/2025) atas dugaan pencemaran nama baik, berdasarkan Undang-Undang (UU) Informasi dan Teknologi dan Transaksi (ITE).
"Saya melaporkan Pak Armuji, melanggar Pasal 27A Jo Pasal 45 ayat (4) UU ITE. Karena memasang foto saya, menggiring opini publik yang menyebabkan kerugian material dan immaterial," tutup dia.
Laporan Diana ke Armuji justru menimbulkan gejolak di Surabaya.
Warga Surabaya marah atas ulah Diana. Barisan Pengacara Surabaya Senin (14/4/2025) ramai-ramai akan memberikan dukungan dan siap memberi bantuan hukum untuk Wawali Cak Ji.
2. Bohongi Wamenaker
Polemik penahanan ijazah di UD Sentosa Seal memantik reaksi Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel) untuk sidak ke UD Sentosa Seal.
Namun, Noel yang datang bersama Armuji justru mendapat reaksi yang tidak baik dari Jan Hwa Diana.
Pada mulanya, Noel dan Armuji tidak dipersilakan masuk melalui pintu utama.
Hanya pintu samping yang dibuka, dan sejumlah orang pun masuk secara berdesakan.
Kedatangan perwakilan negara yang lengkap itu, ternyata tetap tidak membuat Diana memberi keterangan dengan baik.
Diana ngotot tidak mengenal eks karyawan yang mengaku ditahan ijazahnya.
Bahkan, Diana menolak jika mereka adalah bekas karyawannya.
Kebohongan Diana semakin tampak saat Noel menanyakan tentang karyawan bernama Vero.
Diana mengatakan Vero telah resign alias keluar dari perusahaannya.
Namun hal ini tidak membuat Noel langsung percaya.
Dia meminta petugasnya untuk mencari keberadaan Vero di sekitar lokasi perusahaan.
Ternyata, Vero ada di ruangan lain perusahaan ini.
Vero pun dihadirkan di pertemuan tersebut.
Melihat hal ini, Diana kembali berkilah.
Dia beralasan Vero sudah resign, tapi masih diperbolehkan berkunjung ke perusahaan.
"Pak, kalau Veronica nya sudah resign, gak boleh main-main kesini. Boleh kan?," elaknya.
Saat bertemu dengan Menaker dan Armuji, Diana langsung membantah telah menahan ijazah karyawannya.
Dia bahkan mengaku difitnah.
"Saya gak nahan. boleh orang memfitnah saya. Ini kan negara hukum," katanya di depan Noel dikutip dari video yang diunggah di akun media sosial Armuji.
Karena Diana dan Vero terus ngeyel, Noel akhirnya menyanggupi membayar ijazah yang ditahan itu dengan uangnya, namun Diana dan Vero tak bergeming.
Keduanya bersikukuh tak ada penahanan ijazah.
Karena tak ada titik temu, akhirnya baik Noel maupun perwakilan polisi dan Armuji sepakat menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian.
Ditemui usai pertemuan, Noel mengaku tidak dihargai.
"Tidak kooperatif. Kita sebagai negara tidak dihargai. Saya pikir Pak Wawali saja yang tidak dihargai. Saya juga tidak dihargai," kesal Wamenaker Immanuel dengan nada kecewa.
berita viral
Jan Hwa Diana
Sidoarjo
kasus penahanan ijazah
PT. Tedmonindo Pratama Semesta
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Tabiat Affan Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Polri, Keluarga Nangis di Bahu Kapolri |
![]() |
---|
Berapa Gaji Ahmad Sahroni? Disinggung Salsa Erwina Hutagulung saat Layangkan Tantangan Debat |
![]() |
---|
Sosok Eks Staf Menteri yang Sindir Kejagung Tak Kunjung Eksekusi Silfester Matutina: Gak Berani |
![]() |
---|
Tetangga Kaget Dwi Hartono Jadi Tersangka Pembunuhan Bos Bank Plat Merah, Sosok Aslinya Terungkap |
![]() |
---|
Rekam Jejak Yuda Heru Dokter Hewan yang Praktik Sekretom Ilegal untuk Manusia, Ternyata Dosen Juga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.