Longsor di Batu
Penanganan Longsor Pacet-Cangar Urung Pakai Bronjong Batu 70 Meter, Ini Alasannya
Tim SAR gabungan penanganan longsor Cangar, masih terus melakukan upaya pembersihan material tanah longsor
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, MOJOKERTO- Tim SAR gabungan penanganan longsor Cangar, masih terus melakukan upaya pembersihan material tanah longsor yang merenggut 10 korban jiwa di jalur alternatif Pacet-Cangar, kawasan Tahura Raden Soerjo, Jawa Timur.
PPK Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan Wilayah 1 Mojokerto, PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Tri Cahyo Utomo mengatakan, setelah proses pembersihan material longsoran selesai akan dilakukan pembangunan dinding penahan lereng di bagian kaki.
"Untuk teknis pengerjaan, dengan pembangunan dinding penahan dari pasangan batu (Counter weight) yang fungsinya sebagai penahan longsor di kaki lereng/tebing," ucap Cahyo, Rabu (9/4/2025).
Baca juga: Jalur Pacet-Cangar Bakal Ditutup 1 Bulan Pasca Longsor yang Merengut 10 Korban Jiwa
Menurut Cahyo, pembangunan dinding tebing atau TPT (Tembok penahan tanah) menggunakan metode Counter weight, dengan konstruksi yang lebih kuat.
Berbeda dengan TPT yang saat ini telah terpasang di dinding tebing yaitu jenis Slope Protection yang hanya untuk melindungi kemiringan lereng.
"Untuk penguatan di bagian bawah kita gunakan Counter Weight, dengan ketinggian sekitar 3 meter yang fungsinya untuk menahan tanah di atasnya mencegah longsor. Estimasi pengerjaan sekitar dua pekan," bebernya.
Ia mengungkapkan, penguatan lereng urung menggunakan bronjong batu, lantaran dinilai terlalu berat sehingga rawan longsor. Apalagi ketinggian dari jalan hingga atas lereng sekitar 70 meter.
"Awal kita pakai bronjong, tapi volume besar sehingga dikhawatirkan terlalu berat yang rawan longsor. Jadi kita nanti full pakai bambu material terbarukan untuk penguat lereng, dari jalan sampai atas sekitar 70 meter," ungkap Cahyo.
Ia menyebut, sedangkan untuk penguat lereng akan dipadukan dengan kontruksi metode trap Soil Bioengineering, dari bahan bambu yang disusun untuk mengembalikan kemiringan lereng pasca longsor.
"Jadi nanti bisa kembali ke bentuk semulanya lereng, kemudian di atasnya kita buat vegetasi lokal bisa menggunakan rumput vetiver. Untuk melindungi agar tidak terjadi erosi," pungkasnya.
Dirinya berharap selama proses pembersihan maupun penguatan lereng dan, pembangunan TPT jalur Cangar-Pacet untuk sementara bisa ditutup
Pembersihan material longsor di jalur Cangar-Pacet dilakukan secara safety, lengkap menggunakan APD (Alat pelindung diri) memperhatikan keselamatan petugas karena di lokasi masih zona merah.
Apalagi, di sekelilingnya tebing setinggi lebih dari 50 meter menjulang di sisi kanan dari arah Pacet, Kabupaten Mojokerto menuju Cangar- Kota Batu yang berisiko rawan longsor.
"Setiap satu jam kita berkoordinasi dengan BMKG untuk prakiraan cuaca, karena anomali cuaca di wilayah atas Pacet (Tahura Raden Soerjo) tidak menentu. Jika hujan, maka pembersihan maupun pengerjaan dihentikan dan seluruh petugas menjauh dari lokasi longsor," tandasnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
SURYA.co.id
TribunBreakingNews
longsor Pacet-Cangar
Kabupaten Mojokerto
Tahura Raden Soerjo Mojokerto
| Pembatasan Dihapus Pasca Longsor Renggut 10 Korban, Jalur Cangar-Pacet Dibuka & Bisa Dilewati 24 Jam |
|
|---|
| Jalur Cangar-Pacet Sudah Bisa Dilalui dengan Mekanisme Buka-Tutup, Sehari cuma 13 Jam |
|
|---|
| Pengerjaan Konstruksi TPT di Lokasi Longsor Rampung, Jalur Pacet-Cangar Segera Dibuka Terbatas |
|
|---|
| Percepatan Penanganan Longsor Pacet-Cangar Terkendala Cuaca Hujan, PU Jatim: Progres DPT 75 Persen |
|
|---|
| Keluarga Korban Asal Sidoarjo Lakukan Doa Bersama dan Tabur Bunga di Lokasi Longsor Pacet-Cangar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pengerjaan-penguatan-lereng-dengan-Trap-bambu-pasca-longsor-yang-merenggu.jpg)