Arus Balik Lebaran

KA Masih Favorit Selama Lebaran, Sampai H+3 Stasiun Lamongan Layani 4.256 Penumpang

bahwa KA tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan mudik dan arus balik pada masa angkutan lebaran 2025

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri (hanif manshuri)
MODA MUDIK FAVORIT - Kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan mudik dan arus balik pada masa lebaran 2025. Selama 3 hari masa arus balik, Stasiun KA Lamongan melayani 4.256 penumpang, terdiri dari 2.176 naik dan 2.080 turun. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Stasiun Lamongan mengalami peningkatan penumpang secara signifikan selama 3 arus balik Lebaran 2024. 

Berdasarkan data PT KAI Daop 8 Surabaya, lonjakan penumpang terjadi seiring kembalinya masyarakat ke kota-kota besar atau arus balik pasca Idul Fitri di kampung halaman.

"Dalam 3 hari masa arus balik, Stasiun KA Lamongan melayani 4.256 penumpang, terdiri dari 2.176 naik dan 2.080 turun," kata Manajer Humas PT KAI Daop Surabaya, Luqman Arif, Jumat (4/4/2025).

Disebutkan Luqman, data penumpang di Stasiun Lamongan pada 2 April sebanyak 745 naik dan 754 turun,  3 April sebanyak 748 naik 641 turun dan 4 April sebanyak 683 naik 685 turun.

Dalam periode arus balik, mayoritas penumpang kembali menuju berbagai destinasi seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, sedangka KA jarak jauh favorit adalah KA Airlangga, KA Ambarawa, KA Kertajaya dan KA Jayabaya.

Dipastikan, bahwa KA tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan mudik dan arus balik pada masa angkutan lebaran 2025.

Beberapa faktor utama yang membuat masyarakat semakin mengandalkan moda transportasi ini adalah aman, nyaman dan tepat waktu. “KA menjadi pilihan utama karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat Waktu," tambahnya.

Luqman juga mengimbau kepada para penumpang yang akan menggunakan KA untuk memperhatikan kembali barang bawaan mereka.

"Setiap penumpang diperbolehkan membawa barang hingga 20 KG atau volume 100 dm⊃3; (dimensi maksimal 70x48x30 cm) tanpa biaya tambahan per penumpang. Barang bisa ditempatkan di rak bagasi kereta," jelasnya.

Ia mengimbau pelanggan untuk memastikan barang bawaan sesuai ketentuan. Jika melebihi batas, penumpang, dapat menggunakan layanan ekspedisi di stasiun untuk menjaga kenyamanan perjalanan.

Jika saat boarding di stasiun pelanggan diketahui membawa bagasi melebihi ketentuan, maka akan dikenai biaya tambahan.

Tarif yang berlaku adalah Rp 10.000 per KG untuk kelas eksekutif, Rp 6.000 per KG untuk kelas bisnis, dan Rp 2.000 per KG untuk kelas ekonomi. 

Karena itu, pelanggan diharapkan memperhatikan batas berat bagasi sebelum keberangkatan untuk menghindari biaya tambahan.

Selain itu, KAI melarang barang tertentu demi keamanan, seperti narkotika, bahan mudah terbakar, senjata tajam atau api tanpa izin, hewan peliharaan, serta barang berbau menyengat yang dapat mengganggu penumpang lain.

Keselamatan dan kenyamanan adalah prioritas. Petugas akan melakukan pengecekan guna memastikan kepatuhan terhadap aturan ini. 

"Kami mengajak pelanggan mematuhi aturan barang bawaan agar perjalanan lebih nyaman, aman, dan lancar," pungkas  Luqman. ******

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved