Arus Balik Lebaran

Arus Balik Lebih Awal, Sekitar 1000 Orang Sudah Meninggalkan Surabaya Dengan Naik Kapal

Tak terkecuali di sana juga banyak porter bersiaga melayani para penumpang yang membutuhkan bantuan membawa barang bawaan.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Deddy Humana
surya/tony hermawan
KEMBALI KE PERANTAUAN - Puluhan pemudik mulai terlihat memadati Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, berjalan menuju Kapal KM Dharma Rucitra VII, Kamis (3/4/2025). Ada sekitar 1.000 orang mulai meninggalkan Surabaya untuk kembali ke perantauan. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Masa liburan dan kebersamaan bersama sanak saudara di kampung halaman selama Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah sudah selesai. Kamis (3/4/3035), arus balik Lebaran sudah mulai terlihat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sejak pagi, terlihat ribuan penumpang memadati terminal keberangkatan, yang menandai dimulainya gelombang arus balik ke perantauan setelah merayakan Idul Fitri.

Kepadatan penumpang terlihat terutama di ruang tunggu Gapura Surya Nusantara.  Sejak sebelum Subuh, banyak pemudik berdatangan. Bahkan ada yang terpaksa menginap semalam di sana sambil menunggu keberangkatan kapal. 

Tak terkecuali di sana juga banyak porter bersiaga melayani para penumpang yang membutuhkan bantuan membawa barang bawaan.

Data dari Pelindo III menunjukkan setidaknya 1.000 pemudik meninggalkan Surabaya, Kamis (3/4/2025) melalui tiga kapal yang berlayar menuju Balikpapan.  

Yaitu KM Dharma dan KM Dharma Rucitra VII masing-masing mengangkut 350 penumpang pada pukul 04.57 WIB, KM Kirana VII tujuan Lembar, Lombok Barat membawa 300 penumpang pada pukul 07.26 WIB. 

Meskipun terpantau ramai, Yuanita dari Humas Pelindo III menjelaskan bahwa kepadatan tersebut masih tergolong rendah. Hal itu dipengaruhi banyak faktor.

Biasanya pemudik yang menggunakan perjalanan via laut didominasi pekerja informal. Bisa juga masih sepi, karena libur nasional baru berakhir 7 April mendatang.

"Kepadatan penumpang masih terkendali karena terbagi ke beberapa kapal dan jam keberangkatan yang berbeda," ujar Yuanita.

Salah seorang pemudik, Rafli mengungkapkan alasannya kembali ke Balikpapan lebih awal. Karena perjalanan laut Surabaya-Balikpapan memakan waktu sekitar 34 jam. 

Untuk menghindari kepadatan puncak arus balik, ia memutuskan kembali ke Balikpapan lebih cepat.  Ia juga ingin merayakan Lebaran bersama sanak saudara di Balikpapan dengan lebih tenang dan terencana.

"Pulang lebih awal agar tidak terlalu ramai dan bisa mengunjungi keluarga istri di Balikpapan dengan lebih nyaman," jelas Rafli.

Pihak keamanan Pelabuhan Tanjung Perak terus meningkatkan pengawasan dan pelayanan untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran dan kenyamanan para pemudik. 

Banyak personel gabungan dari Polri, TNI, Dishub bersiaga di sekitaran Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.  Selain bersiaga agar situasi aman, mereka juga ikut berjaga di setiap embarkasi.

Ini untuk memastikan bahwa penumpang yang masuk benar-benar memegang tiket dan membantu masyarakat yang kurang familiar terkait cara embarkasi di pelabuhan. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved