Berita Viral

Respon Kemendikdasmen Soal Dugaan Kejanggalan Hasil SNBP 2025, Ungkap Penyebab Peserta Tak Lolos

Kemendikdasmen angkat bicara terkait dugaan kejanggalan hasil seleksi SNBp 2025 yang ramai diperbincangkan di media sosial.

sso-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id
KEJANGGALAN SNBP 2025 - Tampilan https://sso-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/ untuk login akun pendaftaran SNBP 2025 yang diambil pada Selasa (4/2/2025). Sejumlah peserta protes ada kejanggalan hasil seleksi. 

SURYA.co.id - Kemendikdasmen angkat bicara terkait dugaan kejanggalan hasil seleksi SNBp 2025 yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Pihak Kemendikdasmen membeberkan penyebab peserta tak lolos SNBP.

Kemendikdasmen juga menyebut masih ada kesempatan melalui jalur SNBT dan mandiri.

Diketahui, Sejumlah peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) mengajukan surat terbuka kepada panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNMPB) 2025.

Surat terbuka ini dibagikan lewat akun X (Twitter) @sbmptnfess, Jumat (19/3/2025) disertai tangkapan layar chat WhatsApp berisi keluhan mereka.

Berdasarkan isi foto tersebut, hasil SNBP yang diumumkan pada Selasa (18/3/2025) dinilai janggal lantaran banyak anak dengan prestasi bergengsi tidak lolos.

"Kami menemukan kejanggalan di mana sangat banyak anak yang memiliki prestasi bagus (peraih medali lomba yang diadakan puspresnas) tidak lulus dalam SNBP, sedangkan yang kebanyakan lulus adalah siswa yang prestasinya biasa saja," bunyi surat tersebut.

Baca juga: 607 Siswa Bangkalan Lolos Jalur SNBP 2025, Meski 5 Siswa Terbaik Berhenti Akibat Terkendala Ekonomi

Mereka juga meminta penjelasan dari panitia SNMPB yang dianggap tidak mempertimbangkan siswa dengan prestasi nasonal.

Kepala Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Rahmawati membantah dugaan adanya kejanggalan dalam proses SNBP 2025.

Menurut dia, SNBP sudah berjalan mengikuti regulasi yang ditetapkan. 

Dia menerangkan, ada beberapa komponen prestasi dalam penilaian SNBP.

Pertama adalah hasil nilai rapor siswa yang mencapai minimal 50 persen dari seluruh mata pelajaran.

Komponen kedua diambil dari prestasi akademik, non-akademik, portofolio, atau kriteria lain yang ditetapkan PTN maksimal 50 persen.

"Selain itu, tingkat keketatan program studi (prodi) yang dipilih juga sangat berpengaruh terhadap proses seleksi," ujarnya saat dimintai konfirmasi, Kamis (20/3/2025), melansir dari Kompas.com.

Artinya, jika memilih prodi dengan banyak peminat, peserta yang berpestasi berpeluang gagal meski dokumen pendukung sudah dipertimbangkan oleh panitia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved