Ramadan 2025
Kemeriahan Tadarus Budaya di Ponorogo, Pengajian Beriringan Atraksi Reog di Hari Ke-15 Ramadhan
Pada Ramadhan ke-15 ini, tadarus budaya kembali digelar, Sabtu (15/3/2025) malam hingga Minggu (16/3/2025) dini hari.
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, PONOROGO - Kabupaten Ponorogo memiliki satu tradisi yang digelar setiap memasuki hari ke-15 pada bulan puasa Ramadhan, yaitu tadarus budaya. Sesuai namanya, tadarus ini merupakan kegiatan membaca ayat suci Al-Quran, tetapi juga diiringi tampilan kesenian.
Sehingga tadarus budaya ini menjadi event akbar yang mengundang ribuan pengunjung dari dalam dan luar Ponorogo, apalagi diramaikan penampilan Reog Ponorogo dari beberapa daerah.
Pada Ramadhan ke-15 ini, tadarus budaya kembali digelar, Sabtu (15/3/2025) malam hingga Minggu (16/3/2025) dini hari.
Tadarus budaya yang digelar di depan Paseban Ponorogo untuk menandai Ramadhan 1446 Hijriyah sudah berjalan selama 15 hari menuju hari ke-16.
Pantauan di lokasi, tadarus budaya tidak sekedar menampilkan kesenian Reog Ponorogo namun juga diisi pengajian atau tausiah. Setelah itu diramaikan suara gamelan saling bersahutan.
Ribuan seniman mengisi tadarus budaya ini disertai penampilan 100 Dadak Merak. Termasuk pembarong perempuan, Ganong anak-anak dan ratusan jathil.
Seniman reog yang hadir tidak hanya dari Kabupaten Ponorogo. Namun juga dari luar Kota Ponorogo. Contohnya dari Kabupaten Blora Jateng, Kabupaten Wonogiri Jateng, Kota Semarang Jateng, Surabaya Jatim, Kabupaten Madiun dan lain-lain.
Tadarus budaya juga menjadi ajang pengobat rindu masyarakat pada kesenian Reog Ponorogo. Hujan tidak menyurutkan semangat seniman untuk tadarus budaya.
Bahkan seniman tidak hanya bermain reog di depan Paseban Ponorogo. Mereka juga tampil di dalam lingkungan Kabupaten Ponorogo, dari pintu masuk hingga Pendopo Kabupaten Ponorogo.
“Ini adalah perpaduan antara kota budaya dan religi. Kita juga mengaji bersama, mendengarkan tausiah setelahnya reog,” ungkap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Minggu (16/3/2025).
Kang Giri menjelaskan bahwa tadarus budaya digelar tepat di hari ke-15 Ramadhan. Ia menilai, tadarus budaya adalah kekuatan lembut yang maha dasyat.
“Santri dan budaya. Kita padukan untuk membangun semua unsur agar pembangunan berlangsung partisipatif,” ujar Kang Giri.
Kang Giri mengklaim bahwa Reog Ponorogo merupakan simbol pemersatu, kebersamaaan dan gotong royong. Di dalam tadarus budaya juga ada beberapa kegiatan seperti pengajian dan pagelaran reog.
“Persatuan kota budaya dan religi, nasionalis religius. Mudah-mudahan Kabupaten Ponorogo bisa menyatukan dua unsur,” tegasnya.
Ia juga mengucapkan terimakasi karena yang bermain reog tidak hanya dari Ponorogo. Juga datang dari Blora Jateng, Kabupaten Madiun Jatim, Yogyakarta, Pacitan, Trenggalek, Semarang.
tadarus budaya di Ponorogo
tradisi Ramadhan ke-15
tadarus disertai reog
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko
perpaduan religi dan budaya
tradisi budaya di bulan Ramadhan
Reog Ponorogo
Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)
Reog Ponorogo jadi WBTB
Ponorogo
Ramadhan 1446 Hijriyah
Stasiun Lamongan Layani 27.166 Pelanggan selama 22 Hari Masa Angkutan dan Mudik Lebaran 2025 |
![]() |
---|
Catat Kenaikan Penumpang 6,31 Persen, Posko Mudik Lebaran 2025 di Pelabuhan Gresik Resmi Ditutup |
![]() |
---|
Posko Mudik BUMN SGN di Stasiun Gubeng Surabaya Diminati Pengunjung saat Arus Balik Lebaran 2025 |
![]() |
---|
760 Mitra Grab Berbagi 11 Ribu Takjil Gratis di 25 Kota Selama Ramadan 2025 |
![]() |
---|
PT KAI Daop 8 Surabaya Sebut Stasiun Mojokerto Layani 12 Ribu Penumpang di Mudik Lebaran 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.