Ubaya Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Hasilkan Riset dan Inovasi yang Berdampak Jadi Prioritas

Bertambahnya jumlah guru besar di Universitas Surabaya (Ubaya), diharapkan dapat mendorong terciptanya riset dan inovasi unggul.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
GURU BESAR - Dari kiri, Jaya Suteja, Rektor Ubaya Benny Lianto, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jatim Dyah Sawitri, Ketua Umum Yayasan Universitas Surabaya Anton Prijatno, Dini Kesuma dan Aluisius Hery Pratono pada "Pengukuhan Guru Besar" Universitas Surabaya (Ubaya), Kamis (27/2/2025). Ubaya mengukuhkan tiga Guru Besar di antaranya dalam Bidang Ilmu Rekayasa Mesin pada Fakultas Teknik, Bidang Ilmu Pengembangan Obat pada Fakultas Farmasi dan Bidang Ilmu Bisnis Digital pada Fakultas Bisnis dan Ekonomika. 

Sementara, Prof. Aluisius Hery Pratono, S.E., M.D.M., Ph.D., sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Bisnis Digital menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul “Cognitive Bias dalam Ekonomi Digital: Sebuah Refleksi”.

Dari penelitian tersebut, ia memprediksi bahwa digitalisasi bukan lagi konsep yang populer di masa mendatang.

Dari Prof. Dr. apt. Dini Kesuma, S.Si., M.Si., membahas mengenai “Inovasi dalam Kimia Medisinal: Harapan Baru dalam Pengobatan Kanker Payudara”.

Ia menerangkan, dalam dunia medis, kimia medisinal memainkan peran sentral sebagai jembatan antara ilmu kimia dan ilmu farmasi.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII, Dyah Sawitri yang turut hadir dalam pengukuhan guru besar Ubaya menuturkan, sebagai profesor yang memiliki jabatan akademik tertinggi, harus memiliki multiplier effect dan memiliki dampak dalam kehidupan masyarakat.

Ia berharap, tiga profesor ini berkolaborasi dalam riset unggulan kampus dan membawa Ubaya mendunia. Melalui riset unggulan yang dilakukan oleh Ubaya, dapat difokuskan untuk mendukung program pemerintah.

“Profesor tidak hanya di Strata 2 (S2) dan Strata 3 (S3) tapi Strata 1 (S1) sebagai tolak ukur dan pondasi ilmu untuk science, knowledge, dan skillnya juga mengajar di S1. Ini penting sekali dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Yang utama kami tunggu karya nyata para profesor dari Ubaya untuk riset unggulan kampus yang berdampak bagi masyarakat, bangsa dan negara, berkontribusi nyata untuk pengentasan kemiskinan, stunting dan untuk swasembada yang berkelanjutan,” tutup Dyah.

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved