Senin, 13 April 2026

Legenda Persebaya Surabaya Meninggal

Legenda Persebaya Antar Bejo Sugiantoro ke Peristirahatan Terakhir

Tampak legenda Persebaya yang terlihat mengantar Bejo Sugiantoro di peristirahatan terakhirnya di TPU Desa Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo

|
Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews/Fatkul Alami
TIBA di MAKAM - Rachmat Irianto, anak Bejo Sugiantoro ketika tiba di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa geluran, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (26/2/2025) guna memakamkan ayahnya. Bejo Sugiantoro meninggal saat fun football di lapangan SIER Surabaya bersama teman-temannya eks pemain Persebaya, Selasa (25/2/2025). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Persebaya Surabaya kehilangan salah satu putra terbaiknya, Bejo Sugiantoro, Selasa (25/2/2025). Pemakaman Bejo Sugiantoro dihadiri ratusan pelayat termasuk para legenda Persebaya di Temat Pemakaman Umum (TPU) Desa Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Rabu (26/2/2025) pagi.

Tampak legenda Persebaya yang terlihat mengantar Bejo Sugiantoro di peristirahatan terakhirnya di TPU Desa Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo, yakni Mustaqim, Muharom Rusdiana, Maura Helly, Yusuf Ekodono, Reinald 'Koko' Pieterz, Ferril Raimond Hattu, Agung Prasetyo, Andri 'Gepeng' Budianto, Rendi Irwan dan lainnya.

Beberapa pemain Deltras Sidoarjo juga tampak hadir di pemakaman Bejo Sugiantoro. Kemudian rausan suporter Persebaya atau Bonek terlihat ikut dalam pemakaman ayah dari Rachmat Irianto.

Keluarga Bejo Sugiantoro juga terlihat ikut dalam prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana duka mendalam. Rian -panggilan Rachmat Irianto- terlihat cukup berduka ditinggal ayahnya.
Mulai awal pemakaman, ia terlihat sedih dan berduka kendati berusaha untuk kuat dan tegar. Ia juga yang mengumandangkan adzan dan iqomat ketika jenazah Bejo Sugiantoro dimasukan ke liang lahat. 

Saat mengumandangkan iqomat, suara Rian terputus-putus menahan tangis. Di akhir iqomat, ia tak kuasa menahan tangis dan nyaris pingsan.
Ketika pemakaman sudah berakhir, Rian duduk selonjoran di tepi makam ayahnya sambil memegangi foto Bejo Sugiantoro. Keluarga terus berusaha menyemangati Rian dan berpesan untuk ikhlas.

"Sudah ya, Rian harus kuat dan ikhlas. Abah (Bejo Sugiantoro) orang baik, pasti ditempatkan oleh Allah tempat terbaik," ucap anggota keluarga kepada Rian.
Mustaqim yang ikut mengangkat keranda jenazah Bejo Sugiantoro menuturkan, dirinya cukup kehilangan dengan kepergian Bejo Sugiantoro sebagai juniornya di Persebaya dan Timnas Indonesia.

"Kepergiannya (Bejo Sugiantoro) cukup cepat danmengejutkan. Semoga diampuni dosanya, diterima segala amalnya yang baik. Dia sosok baik dan insyaallah mendapat balasan terbaik oleh Allah. Husnul khotimah," ucap Mustaqim

Detik-detik Bejo Sugiantoro Kolaps di Lapangan

Bejo Sugiantoro meninggal dunia pada Selasa (25/2/2025) saat melakukan fun football di Lapangan SIER, Surabaya. Ia diduga meninggal karena serangan jantung.

Roffy Sinaryo, rekan Bejo yang juga mengikuti fun football dan berada satu tim menceritakan kronologi mendiang Bajo Sugiantoro ambruk di lapangan.

"Ini latihan rutin klub Rosita FC, latihan bersama happy fun game aja. Setelah main 2 x35. Karena pemain Rosita FC banyak datang semua. Setelah itu istirahat minum," ungkap Roffy Sinaryo di kediaman Bejo Sugiantoro, Geluran Sidoarjo.

"Babak kedua dimulai lagi, main sekitar 2 menit. Saat menyerang, coach Bejo belum dapat bola. Setelah itu dia jatuh, tidur sendiri, ditolong sama teman teman ternyata kolap di lapangan," tambahnya.

Setelahnya sempat mendapat bantuan pompa jantung, akhirnya ada respon. Dibantu dari tenaga medis pihak klinik PT Sier.

"Ada perawat dan sebagainya, dibantu oksigen terus ambulan dibawa ke rumah sakit Royal. Dalam perjalanan di Ambulance masih ada Respons," terangnya.

Di IGD masih kolaps, dibantu pompa jantung dari dokter di IGD Rumah Sakit Royal Surabaya. Hilang, terus sempat ada respon.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved