Legenda Persebaya Surabaya Meninggal

Dekat Antar Keluarga, Jacksen F Tiago Siap Bantu Keluarga Bejo Sugiantoro Jika Dibutuhkan

Jacksen menyebut ia sengaja meluangkan waktu karena memiliki kedekatan dengan keluarga Bejo Sugiantoro.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Khairul Amin
DUKA MENDALAM - Mantan pelatih Persebaya Surabaya Jacksen F Tiago saat melayat ke rumah duka Bejo Sugiantoro di Sidoarjo, Selasa (25/2/2025) malam. Jacksen F Tiago mengaku bersyukur bisa hadir langsung di kediaman duka Bejo Sugiantoro yang ada di Sidoarjo untuk menyampaikan duka. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Jacksen F Tiago mengaku bersyukur bisa hadir langsung di kediaman duka Bejo Sugiantoro yang ada di Sidoarjo untuk menyampaikan duka.

Kebetulan pelatih 56 tahun itu sedang di Surabaya, singgah sebentar setelah dari Jakarta mendampingi tim junior Borneo FC dalam laga Final EPA (U-16), selanjutnya akan melanjutkan perjalan ke Samarinda.

"Saya bersyukur sekali bisa datang ke sini. Sampaikan satu-dua kata pada istrinya juga keluarga," kata Jacksen F Tiago saat ditemui di kediaman almarhum Bejo Sugiantoro.

Jacksen menyebut ia sengaja meluangkan waktu karena memiliki kedekatan dengan keluarga Bejo Sugiantoro.

Jacksen F Tiago merupakan mentan pemain dan pelatih Persebaya. Sosok pertama yang sukses persembahkan gelar juara saat menjadi pemain maupun pelatih.

"Dulu masa kami jadi pemain, istri kami sangat akrab. Rachmat (Rian) waktu itu masih sangat kecil sekali. Dia suka makanan Brasil sampai istri dulu sempat masak untuk Wati (istri Bejo) dan Bejo ke rumah," ucapnya.

"Salah satu pemain yang sangat dekat sekali, dan keluarga juga sangat dekat bukan sekedar saya dan Bejo tapi hubungan keluarga," tambah Jacksen.

Untuk itu, hadir langsung ke kediaman duka Bejo Sugiantoro menurutnya hal penting. Terutama memberi kekuatan pada kelurga yang ditinggal.

"Kita tidak tahu hari esok mungkin kita akan mengalami hal yang sama. Kalau orang pergi gak ada masalah, tapi kalau orang yang ditinggal itu yang menjadi persoalan," katanya.

"Makanya saya sempatkan hadir ke sini untuk menyampaikan satu-dua kata pada Wati. Ya seandainya mereka membutuhkan sesuatu, jangan sungkan menghubungi saya," tambah Jacksen.

Dia mengenang sosok mendiang Bejo Sugiantoro, dinilainya sosok luar biasa. Salah satu mantan rekan yang cukup intens komunikasi dengannya.

"Terakhir kami komunikasi mungkin 4-5 hari lalu, dia punya postingan fotonya di Masjid, saya bilang jangan lupa air zam-zam yaa. Terus dia balas saya, itu kalimat terakhir kami berdua," kata Jacksen.

"Pasti banyak orang yang akan merindukannya. Kita bisa lihat. Saya beberapa tahun di Indonesia, beberapa legenda-legenda sepak bola yang pergi, tidak pernah ada satu yang ramai di medsos seperti Bejo," tambahnya.

Kabar duka tentang meninggalnya Bejo Sugiantoro memang ramai di media sosial, semua tim sepak bola menyampaikan kabar duka tidak hanya di Jawa Timur.

Itu tidak lepas dari perjalanan Bejo Sugiantoro yang juga merupakan legenda Persebaya dan Timnas Indonesia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved