Diskon Listrik

Kapan Batas Akhir Pembelian Token Listrik Diskon 50 Persen? Sisa Masih Bisa Dipakai Bulan Maret 2025

Masyarakat saat ini sangat terbantu dengan adanya token listrik diskon 50 persen yang diberikan oleh PLN. Sampai kapan batas pembeliannya?

Tribunnews
DISKON TOKEN LISTRIK - Ilustrasi memasukkan Token Listrik pada meteran. Kapan Batas Akhir Pembelian Token Listrik Diskon 50 Persen? 

Maksimal pembelian token listrik: 936 kWh
Harga listrik per kWh: Rp 1.444,70
Total maksimal pembelian token listrik: Rp 1,35 juta
Diskon listrik maksimal: Rp 676.119. 

- Batas maksimal beli token listrik diskon untuk daya 2.200 VA 

Maksimal pembelian token listrik: 1.584 kWh
Harga listrik per kWh: Rp 1.444,70
Total maksimal pembelian token listrik: Rp 2,28 juta
Diskon listrik maksimal: Rp 1,14 juta. 

Sisanya Bisa Dipakai Bulan Maret 2025

Menurut Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto, sisa token listrik yang dibeli saat periode diskon tidak hangus setelah bulan Februari 2025.

Artinya, token listrik sisa yang dibeli saat diskon masih bisa digunakan pada Maret 2025 dan bulan seterusnya.

“Bagi pelanggan prabayar yang memiliki sisa kWh pada kWh meter, kWh tersebut tidak hangus setelah Bulan Februari 2025 dan masih bisa digunakan pada bulan selanjutnya,” kata Greg, Selasa (11/2/2025), melansir dari Kompas.com.

Baca juga: Tak Usah Galau, Diskon Listrik 50 Persen Berlaku hingga 28 Februari 2025, Ini Penjelasannya

Hal tersebut juga disampaikan melalui akun resmi Instagram PLN Mobile, @plnmobile, yang menegaskan bahwa sisa token listrik yang dibeli oleh pelanggan tidak akan hangus dan dapat digunakan setelah periode diskon berakhir.

Tak hanya sisa token listrik tarif diskon, PLN bilang, nomor token yang belum diinputkan ke kWh meter juga tidak hangus dan bisa digunakan di bulan berikutnya. 

"Hai Kak, admin informasikan apabila masih terdapat sisa kWh maupun ada nomor token yang belum diinputkan maka token tersebut tidak akan hangus ya Kak, jadi dapat digunakan dibulan berikutnya Kakak," tulis akun @plnmobile pada 6 Januari 2025.

PLN menegaskan token listrik tak mempunyai masa aktif.

Namun, token akan kadaluarsa jika tidak digunakan melampaui 50 kali transaksi berikutnya.

Sebagai contoh, pelanggan hari ini melakukan transaksi pembelian.

Kemudian nomor token disimpan (belum diinput) sampai dengan transaksi pembelian kembali sebanyak 50 kali, maka nomor token yang belum diinput/disimpan tersebut akan kadaluarsa.

"Dan untuk nomor token transaksi pembelian token yang ke-1 dan seterusnya maka saat diinput ke kWh meter akan tertera usang (kadaluarsa) dan tidak dapat diinput ke kWh meter. Mohon untuk selanjutnya tidak menyimpan nomor token dalam kurun waktu yang terlalu lama ya Kak," jelas PLN.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved