Pajak Jadi Andalan Pemkab Lumajang Genjot Pendapatan Daerah, Ini Target Tahun 2025

Pemerintah Kabupaten Lumajang masih menjadikan pajak sebagai andalan utama

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/erwin wicaksono
Petugas BPRD Kabupaten Lumajang mengecek Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) kendaraan tambang pasir di Lumajang. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang masih menjadikan pajak sebagai andalan utama untuk mendongkrak pendapatan daerah pada tahun 2025 mendatang.

Target penerimaan sektor pajak pada tahun 2025 ditargetkan hingga Rp 170,9 miliar. 

Target yang dicanangkan meningkat dari target tahun 2024 sebanyak Rp 105 miliar.

"Target tahun 2025 sebanyak Rp 170,9 miliar. Tetap kami menekankan petugas BPRD dalam melaksanakan pemungutan pajak harus tetap berpedoman pada aturan yg berlaku serta harus amanah," terang Kepala Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPRD) Kabupaten Lumajang, Endhi Setyo Arifianto ketika dikonfirmasi, Rabu (26/12/2024).

Endhi menambahkan, pendapatan sektor pajak akan dioptimalkan dari seluruh sektor. 

Di antaranya sektor jasa, reklame, pariwisata, PBB-P2, penerangan, pertambangan dan lain-lain. Sekto-sektor tersebut masih jadi andalan.

Sementara untuk sektor PBB-P2 data BPRD menunjukkan ada sebanyak 70 desa yang lunas PBB-P2 tahun 2024. 

Ditambah dengan 16 desa yang melakukan pelunasan PBB-P2 tahun 2023 pada tahun 2020. Serta ada beberapa desa yang melakukan pelunasan PBB-P2 tahun 2020, 2021, dan 2022. 

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten, Agus Triyono APBD Lumajang 2025 disepakati sebanyak Rp 2,145 triliun.

Menurut Sekda, peningkatan target pajak dinilai perlu untuk menopang anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Lumajang tahun 2025

Agus membenarkan salah sektor penopang APBD terbesar melalui pajak.

"Untuk PAD sesuai yang disampaikan bu PJ, dari pajak (yang utama). Ada beberapa komponen pajak yang terus dipacu pendapatannya. Capaian pajak tahun 2024 ini menjadi tolak ukur perolehan pajak kedepan. Sebagai contoh pajak pasir pada akhir tahun menembus Rp 22 miliar," beber Agus.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved