Berita Surabaya

Sampoerna Realisasikan Investasi Pabrik SKT Baru di Blitar dan Tegal

PT HM Sampoerna Tbk telah meresmikan dua fasilitas produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) baru di Kota Blitar Jawa Timur dan Kabupaten Tegal Jawa Tengah

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
ahmad zaimul haq/surya.co.id
Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani didampingi PJ Gubernur Jatim, Adhy Karyono dan Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Ivan Cahyadi meresmikan fasilitas produksi sigaret kretek tangan (SKT) PT HM Sampoerna Tbk di Blitar & Tegal dari Pabrik SKT Sampoerna di Jl. Kalirungkut, Surabaya, 

“Kami berkomitmen untuk turut berperan aktif memperkuat pilar ekonomi nasional. Kedepannya, kami berharap dapat terus berkembang bersama Indonesia serta berkontribusi pada perkembangan ekonomi melalui investasi berkelanjutan, hilirisasi, inovasi, penyerapan tenaga kerja, dan penciptaan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkas Ivan.

Hadir dalam peresmian tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani.

Dia menyampaikan apresiasi atas investasi Sampoerna ini yang juga berhasil menyerap tambahan ribuan tenaga kerja.

“Penciptaan lapangan kerja berkualitas adalah prioritas utama Pemerintah. Peran Sampoerna sudah sangat luar biasa dan sejalan dengan program kami. Satu hal yang saya lihat dan rasakan hari ini adalah antusiasme, semangat, dan kebahagiaan para pekerja terutama ibu-ibu pelinting. Berarti Sampoerna sudah melakukan sesuatu yang benar dalam meningkatkan kesejahteraan karyawannya,” papar Roeslan.

Apalagi sesuai pesan Presiden Prabowo Subianto, tugas saat ini, yang paling penting adalah menjaga investasi yang sudah ada dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

”Oleh karena itu, kami akan terus memberikan support dan fasilitas agar investor jangka panjang seperti Sampoerna terus bisa berinvestasi dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan di Indonesia, apalagi Sampoerna telah mengekspor produknya ke 30 tujuan ekspor di Asia Pasifik” tambah Rosan.

Diakuinya, keberadaan Sampoerna telah menghasilkan multiplier effect yang luar biasa, mencakup petani, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga supplier lokal.

"Saya yakin, ada ratusan ribu orang yang terlibat dalam rantai usaha Sampoerna baik langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, Sampoerna memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di Jawa Timur dan Jawa Tengah, tetapi juga secara nasional,” terang Roslan.

Pada kesempatan yang sama, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono turut menyampaikan apresiasi untuk rangkaian investasi Sampoerna pada tahun 2024.

“Selamat dan sukses bagi Sampoerna atas dibukanya dua fasilitas produksi SKT baru di Blitar dan Tegal," ujar Adhy.

Investasi ini akan menambah kemampuan untuk menyerap tenaga kerja sekaligus meningkatkan sektor ekonomi lain di sekitar pabrik.

Angka pengangguran Jawa Timur berada di level yang lebih rendah dibandingkan tingkat pengangguran nasional.

Kontribusi utamanya berkat SKT yang Sampoerna miliki.

"Saya sampaikan terima kasih karena Sampoerna selama ini telah berkontribusi bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, selalu siap jika kami membutuhkan dukungan sehingga juga bisa membantu mengurangi kemiskinan,” kata Adhy.

Ia secara khusus juga mengapresiasi peran ribuan tenaga kerja perempuan di sektor SKT.

Jawa Timur berkontribusi 60 persen dari total penerimaan cukai hasil tembakau negara.

"Setiap tahun kita menyumbang Rp 129 triliun. Ini semua berkat kerja keras ibu-ibu semua,” pungkas Adhy.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved