Berita Surabaya

Sampoerna Realisasikan Investasi Pabrik SKT Baru di Blitar dan Tegal

PT HM Sampoerna Tbk telah meresmikan dua fasilitas produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) baru di Kota Blitar Jawa Timur dan Kabupaten Tegal Jawa Tengah

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
ahmad zaimul haq/surya.co.id
Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani didampingi PJ Gubernur Jatim, Adhy Karyono dan Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Ivan Cahyadi meresmikan fasilitas produksi sigaret kretek tangan (SKT) PT HM Sampoerna Tbk di Blitar & Tegal dari Pabrik SKT Sampoerna di Jl. Kalirungkut, Surabaya, 

SURYA.co.id | SURABAYA – PT HM Sampoerna Tbk telah meresmikan dua fasilitas produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) baru di Kota Blitar Jawa Timur dan Kabupaten Tegal Jawa Tengah.

Peresmian kedua pabrik ini merupakan bagian dari investasi Sampoerna pada tahun 2024, yang sebelumnya juga mencakup perluasan kemitraan dengan 5 Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang dimiliki oleh koperasi dan pengusaha daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dengan tambahan investasi tersebut, saat ini Sampoerna memiliki 9 pabrik, termasuk 6 pabrik SKT, bermitra dengan 43 MPS di berbagai kota/kabupaten di pulau Jawa, dan secara keseluruhan mempekerjakan lebih dari 90.000 karyawan, baik langsung maupun tidak langsung, di seluruh Indonesia.

Ivan Cahyadi, Presiden Direktur Sampoerna, mengatakan, sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama lebih dari 111 tahun di Indonesia, Perseroan yang melantai dipasar bursa dengan kode HMSP ini berkomitmen untuk dapat berkembang bersama Indonesia serta berkontribusi dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui investasi berkelanjutan, inovasi, hilirisasi, dan penyerapan tenaga kerja.

"Investasi kami di sektor padat karya SKT merupakan salah satu upaya kami untuk mewujudkan visi tersebut,” ujar Ivan, saat meresmikan pabrik SKT Sampoerna secara bersamaan melalui daring dari Pabrik SKT Sampoerna di Surabaya, Jumat (13/12/2024).

Pembukaan dua pabrik SKT dan perluasan kemitraan dengan lima MPS baru pada tahun 2024 merupakan realisasi dari rencana investasi Sampoerna untuk menambah serapan tenaga kerja.

“Pabrik SKT baru kami di Blitar dan Tegal akan menyerap lebih dari 3.500 tenaga kerja baru, di mana 2.000 di antaranya telah mulai bekerja saat ini. Dari 90.000 tenaga kerja Sampoerna, mayoritas di antaranya merupakan karyawan SKT yang didominasi oleh perempuan-perempuan hebat,” jelas Ivan.

Sebagai perusahaan yang bermula dari sektor SKT pada tahun 1913, Sampoerna berharap investasi ini dapat memperkuat portofolio perusahaan di sektor ini.

“Dalam beroperasi, Sampoerna senantiasa mengedepankan inovasi di segala lini untuk menjaga keberlangsungan usaha dan daya saing, termasuk pada sektor SKT,” lanjut Ivan.

Fasilitas produksi SKT di Blitar dan Tegal sendiri melengkapi 4 pabrik SKT Sampoerna yang sudah ada di Surabaya, Malang, dan Probolinggo, Jawa Timur.

Seperti keempat pabrik tersebut, Ivan mengatakan keberadaan pabrik SKT Blitar dan Tegal mampu menciptakan efek berganda yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya usaha-usaha masyarakat yang bermunculan di sekitar pabrik, mulai dari warung kelontong, makanan minuman, jasa transportasi, hingga kos-kosan.

“Di samping itu, kami percaya investasi ini juga akan terus menjaga serapan bahan baku tembakau dan cengkih dari petani Indonesia.  Seperti diketahui, penggunaan bahan baku rokok buatan tangan membutuhkan dua kali lebih banyak tembakau dan cengkih dibandingkan rokok buatan mesin. Pabrik yang diresmikan hari ini diharapkan akan berdampak positif pada progres hilirisasi nasional melalui penyerapan bahan baku lokal untuk menghasilkan produk bernilai tambah,” beber Ivan.

Pihaknya juga mengapresiasi upaya Pemerintah untuk menjaga iklim usaha dan investasi yang kondusif serta terprediksi di Indonesia, termasuk kebijakan yang mendorong kinerja sektor padat karya SKT.

Menurutnya, upaya ini secara langsung berdampak positif pada penciptaan lapangan kerja di sektor formal dan perputaran ekonomi daerah yang selanjutnya turut meningkatkan perekonomian nasional.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved