Berita Surabaya

Peringatan Hari Disabilitas Internasional, 85 ABK Ikuti Khitanan Massal di Surabaya

Sebanyak 85 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengikuti khitanan massal di Kota Surabaya

surya.co.id/bobby kolloway
Sebanyak 85 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengikuti khitanan massal di Surabaya, Minggu (1/12/2024). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 85 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengikuti khitanan massal di Surabaya, Minggu (1/12/2024).

Berlangsung di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, acara ini menjadi rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar Dharma Wanita Kementerian Sosial (Kemensos).

Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya acara. Mereka berasal dari berbagai usia, ada yang balita hingga remaja.

Satu di antaranya adalah Risti yang mengantarkan anak bungsunya, Albir. Baru berusia 11 bulan, Albir menjadi peserta termuda dalam acara ini.

"Saya tahu acara ini dari dokter yang merawat anak saya," kata Risti ditemui di sela acara.

Baca juga: UPDATE Bule Belgia Aniaya Wanita di Menganti Gresik, Korban Sedang Gugat Cerai Sang Suami

Ibu asal Simomulyo, Sukomanunggal ini sengaja mendaftarkan sang putra khitan sejak dini untuk mengantisipasi Infeksi Saluran Kemih (ISK). ISK pada anak biasanya disebabkan oleh bakteri Eschericia coli yang masuk lewat uretra menuju saluran kemih dan menginfeksi kandung kemih (sistitis), juga ginjal (pielonefritis).

Dengan melakukan khitanan, maka potensi gangguan tersebut bisa diantisipasi. "Supaya terhindar dari ISK karena memang biasanya disebabkan bakteri," tandas ibu tiga anak ini.

Penasehat Dharma Wanita Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf berharap kegiatan ini bisa memfasilitasi kesehatan anak, khususnya mereka yang berasal dari anak berkebutuhan khusus.

"Hal ini dalam rangka pemenuhan hak-hak kesehatan untuk anak, yaitu untuk kita khitan yang aman yang higienis dan sehat tentunya," kata Fatma dikonfirmasi di sela acara.

Baca juga: Tundukkan Rans Nusantara di Pasuruan, Jadi Kado Ulang Tahun Gresik United

Peserta berasal dari anak-anak istimewa. Di antaranya, anak-anak down syndrome, autisme, disabilitas rungu, rungu wicara, hiperaktif, adhd, dan juga berbagai jenis keistimewaan pada anak-anak lainnya.

Mengangkat semangat Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember, pihaknya ingin memberikan semangat kepada anak-anak disabilitas.

Ini sesuai tema besar Hari Internasional Penyandang Disabilitas tahun ini, "Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan".

"Kegiatan ini menjadi jalan untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus agar mendapatkan hak-hak pelayanan kita yang aman higienis dan sehat. Baik dalam rangka menjalankan ajaran agama, maupun dalam rangka menjaga kesehatannya," kata istri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ini.

Selain paket khitan, acara tersebut juga membagikan bantuan kaki palsu, kursi roda adaptif, alat bantu dengar, dan beberapa peralatan untuk membantu para penyandang disabilitas.

Fatma melalui Yayasan Fatma Foundation turut menyalurkan santunan kepada peserta khitan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved