Jumat, 17 April 2026

Pilkada Ponorogo 2024

Pecahkan Mitos Tak Ada Bupati Ponorogo Dua Periode Berturut-turut, Ini Kata Cabup Sugiri Sancoko

Hasil quick count dari berbagai survei untuk Pilkada Ponorogo 2024 telah keluar. Di mana Paslon Sugiri Sancoko-Lisdyarita keluar menjadi pemenang.

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Pramita Kusumaningrum
Cabup Ponorogo Sugiri Sancoko memberikan keterangan tentang patahnya mitos Pilkada di kediaman pribadi Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. 

Saat itu, pemenangnya adalah Amin yang berpasangan dengan Yuni Widyaningsih.

Kemudian 2015, Petahana Amin maju kembali. Saat itu, Amin yang berpasangan dengan Agus Widodo harus mengakui kekalahan. Dimana Ipong Muchlissoni bersama Soedjarno menang.

Juga pada 2020 lalu, Ipong Muchlissoni sebagai petahana keok melawan Sugiri Sancoko

Sebenernya Pilkada 2024 ini adalah pertemuan kedua Ipong dan Sugiri.

“Maka dari awal saya menolak adanya mitologi, mitos bupati tidak bisa dua periode. Saya berpikir, selalu Tuhan yg akan menentukan. Allah yang memberi ruang takdir yang baik maka segala sesuatu butuh rukun, butuh wajib, butuh syarat untuk menuju ke sana,” ungkap Cabup Ponorogo Sugiri Sancoko, Kamis (28/11/2024).

Pun menurutnya, ketika dia menjadi bupati harus komplet. Di mana ada berada di semua sisi, baik di bawah maupun di atas.

“Di bawah bersama rakyat, di atas punya jaringan yang kemudian mampu berpikir untuk Ponorogo ke depan,” tambahnya.

Juga menjaga kerukunan dengan wakil bupati, Sugiri Sancoko mengaku tidak  ada gejolak yg terlalu signifikan. Dia  mencoba untuk tetap bersama-sama dengan Wakil Bupati Lisdyarita.

“mengurangi percikan-percikan ketidakadilan. Hari ini Bu Rita masih bersama kami. Alhamdulillah beliau adalah wanita terbaik yang dianggap mampu mendampingi kami dan mewakili kaum perempuan yang jumlahnya jauh lebih besar,” urainya

Menurut Sugiri Sancoko, dengan tetap maju Pilkada 2024 bersama Lisdyarita merupakan contoh. Di mana dengan wakil tetep rukun, menjaga keharmonisan sekaligus menjaga teladan untuk masyarakat. 

“Orang-orang boleh saja menyebut politik culas, politik itu tidak ada teman abadi, tapi kalau dilakukan dengan cara lebih baik apa tidak boleh,” pungkasnya.

➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved