Rabu, 22 April 2026

Pilkada Ponorogo 2024

Pecahkan Mitos Tak Ada Bupati Ponorogo Dua Periode Berturut-turut, Ini Kata Cabup Sugiri Sancoko

Hasil quick count dari berbagai survei untuk Pilkada Ponorogo 2024 telah keluar. Di mana Paslon Sugiri Sancoko-Lisdyarita keluar menjadi pemenang.

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Pramita Kusumaningrum
Cabup Ponorogo Sugiri Sancoko memberikan keterangan tentang patahnya mitos Pilkada di kediaman pribadi Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Hasil quick count atau hitung cepat dari berbagai survei untuk Pilkada Ponorogo 2024 telah keluar. Di mana Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 02, Sugiri Sancoko-Lisdyarita keluar menjadi pemenang.

Seperti rilisan dari lembaga survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI). Bahwa ARCI mengeluarkan hasil hitung cepat maupun quick count.

Dalam rilis ARCI, Sugiri Sancoko mendapatkan kemenangan 57 persen, sedangkan Ipong Muchlissoni 44 persen. 

Untuk hasil real count, Sugiri Sancoko 54 persen, sedangkan Ipong Muchlissoni 46 persen 

Sementara DPC PDI Perjuangan Ponorogo juga menyatakan yang sama pada hitung cepat Pilbup Ponorogo.

Jumlah sampling 300 TPS yg terbagi secara proporsional tersebar di 269 desa/kelurahan dan 21 kecamatan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim).

Data dikirim oleh para saksi dari TPS masing-masing dan telah masuk 100 persen di Kamar Hitung DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo pada pukul  17.30 WIB.

Hasilnya adalah, Paslon nomor urut 01 Ipong-Luhur mendapatkan suara 44.57 persen. Dan Paslon nomor urut 02, Sugiri-Lisdyarita mendapatkan suara 55,44 persen

Dengan melihat hasil hitung cepat, bahwa Sugiri Sancoko keluar sebagai pemenang pada kontestasi 5 tahunan ini. Secara otomatis mitos Pilbup Ponorogo terpecahkan.

Mitos tersebut menyatakan, bahwa bupati terpilih di Ponorogo bergantian antara wilayah timur dan barat Sungai Sekayu, yang membelah Ponorogo menjadi dua bagian. 

Misalnya, pada Pilkada 2005, Muhadi Suyono yang berasal dari Kelurahan Mangkujayan (etan kali) terpilih sebagai Bupati Ponorogo, kemudian digantikan oleh Amin dari Kecamatan Kauman (kulon kali) pada 2010. 

Kemudian Pilkada 2015, Ipong Muchlissoni dari Patihan Wetan (etan kali) memenangi kontestasi menggantikan Amin.

Pola ini terus berlanjut hingga Pilkada 2020, di mana Sugiri Sancoko dari Kecamatan Sampung (kulon kali) mengalahkan Ipong Muchlissoni (etan kali).

Lalu juga mitos tidak ada Bupati Ponorogo dua periode berturut-turut bisa memimpin bumi reog. Hal tersebut juga terbukti selama 2005 hingga 2020.

Misal, Muhadi yang terpilih pada Pilkada 2005. Namun dia maju kembali sebagai petahana 2010. Muhadi yang kala itu itu berpasangan dengan Yusuf, gagal terpilih. 

Saat itu, pemenangnya adalah Amin yang berpasangan dengan Yuni Widyaningsih.

Kemudian 2015, Petahana Amin maju kembali. Saat itu, Amin yang berpasangan dengan Agus Widodo harus mengakui kekalahan. Dimana Ipong Muchlissoni bersama Soedjarno menang.

Juga pada 2020 lalu, Ipong Muchlissoni sebagai petahana keok melawan Sugiri Sancoko

Sebenernya Pilkada 2024 ini adalah pertemuan kedua Ipong dan Sugiri.

“Maka dari awal saya menolak adanya mitologi, mitos bupati tidak bisa dua periode. Saya berpikir, selalu Tuhan yg akan menentukan. Allah yang memberi ruang takdir yang baik maka segala sesuatu butuh rukun, butuh wajib, butuh syarat untuk menuju ke sana,” ungkap Cabup Ponorogo Sugiri Sancoko, Kamis (28/11/2024).

Pun menurutnya, ketika dia menjadi bupati harus komplet. Di mana ada berada di semua sisi, baik di bawah maupun di atas.

“Di bawah bersama rakyat, di atas punya jaringan yang kemudian mampu berpikir untuk Ponorogo ke depan,” tambahnya.

Juga menjaga kerukunan dengan wakil bupati, Sugiri Sancoko mengaku tidak  ada gejolak yg terlalu signifikan. Dia  mencoba untuk tetap bersama-sama dengan Wakil Bupati Lisdyarita.

“mengurangi percikan-percikan ketidakadilan. Hari ini Bu Rita masih bersama kami. Alhamdulillah beliau adalah wanita terbaik yang dianggap mampu mendampingi kami dan mewakili kaum perempuan yang jumlahnya jauh lebih besar,” urainya

Menurut Sugiri Sancoko, dengan tetap maju Pilkada 2024 bersama Lisdyarita merupakan contoh. Di mana dengan wakil tetep rukun, menjaga keharmonisan sekaligus menjaga teladan untuk masyarakat. 

“Orang-orang boleh saja menyebut politik culas, politik itu tidak ada teman abadi, tapi kalau dilakukan dengan cara lebih baik apa tidak boleh,” pungkasnya.

➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved