Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Ingin Libatkan 2.000 UMKM, Makan Bergizi Gratis Serap Anggaran Rp 1,1 Triliun

Dinas Pendidikan Surabaya memastikan siap menjalankan program Makan Bergizi Gratis di Kota Pahlawan. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Uji coba makan bergizi gratis di Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya memastikan siap menjalankan program Makan Bergizi Gratis di Kota Pahlawan. 

Selain menghitung jumlah kebutuhan anggaran, Dindik Surabaya juga akan mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk melibatkan UMKM dalam proses pengadaan makanan.

"Kami hingga saat ini masih menunggu petunjuk dari pusat. Terutama, terkait dengan teknis program ini," kata Kepala Dindik Surabaya Yusuf Masruh, Senin (25/11/2024).

Rencananya, ada sekitar 360 ribu siswa di sekolah Surabaya yang mendapatkan program Makan Bergizi Gratis
Rinciannya, siswa SD sebanyak 215.009 penerima, siswa MI sebanyak 37.623 penerima, siswa SMP sebanyak 106.358 penerima dan siswa MTs 10.901 penerima.

Dengan jumlah sebanyak itu, kebutuhan anggaran program Makan Bergizi Gratis dalam setahun di Surabaya mencapai Rp 1,1 triliun (8 persen APBD 2025). 

Makan Bergizi Gratis akan disalurkan selama satu tahun pada hari efektif pendidikan.

Kemungkinan, sumber anggaran akan berasal dari sharing anggaran dengan Pemerintah Pusat dan provinsi. "Terkait hal ini, kami juga masih menunggu teknis aturannya," kata Yusuf.

Pemerinta Kota (Pemkot) Surabaya selama kurun waktu beberapa bulan terakhir telah melakukan uji coba program Makan Bergizi Gratis

Dari uji coba tersebut, ada beberapa hal yang menjadi catatan Pemkot Surabaya.

Pihak Dindik Surabaya mengusulkan agar pengadaan makanan untuk program ini dapat melibatkan UMKM

Selain memberikan efek ekonomi secara luas, ada sejumlah pertimbangan lain memilih UMKM dibandingkan vendor besar.

Pertama, dari segi efisiensi waktu. Melalui kerja sama antara satuan pendidikan dengan UMKM di sekitar sekolah, maka akan mengefektifkan waktu tempuh distribusi barang.

"Kalau terlalu lama, apalagi sampai menunggu jam pulang, bisa berpotensi basi. Sebaiknya dengan dilakukan di satuan pendidikan, koordinasi dengan UMKM, maka akan lebih efektif," jelas Yusuf.

Kedua, dengan efisiensi pada distribusi barang, maka program akan semakin efektif pula dilakukan. 

"Dengan melibatkan UMKM di sekitar sekolah, distribusi tidak khawatir dengan potensi gangguan di jalan, misalnya waktu macet," ucapnya.

Sekalipun melibatkan UMKM, Pemkot Surabaya akan memastikan produk yang disalurkan sesuai dengan ketentuan. Dengan besaran Rp 15 ribu per pak, tiap penerima akan mendapatkan menu nasi, sayur, lauk, buah, dan susu.

Dengan besarnya jumlah penerima, Pemkot Surabaya akan melihatkan sekitar 2 ribu UMKM. Satu UMKM dapat menyiapkan sekitar 200 pax.

"Sehingga tidak terlalu banyak juga. Kalau terlalu banyak, bisa risiko. Kalau terlalu banyak, makanan bisa berpotensi basi dan sebagainya," tutur Yusuf.

UMKM yang akan dipilih juga akan mendapatkan kurasi oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dikopumdag). Menu yang disajikan akan mempertimbangkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

"Selain itu, kami juga akan berkoodinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Prinsipnya, tidak ada sisa pembungkus makanan yang menumpuk di sekolah," ujarnya.

Sebelumnya, Kota Surabaya telah melakukan uji coba Makan Bergizi Gratis di sejumlah sekolah di Surabaya

Uji coba dilakukan, sebagai upaya persiapan menyambut program serentak dari Pemerintah Pusat.

Pemkot Surabaya memastikan kesiapan sejumlah fasilitas program yang diprakarsai pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut. 

Sehingga, ketika program tersebut benar-benar berjalan, setiap sekolah sudah memiliki Standar Operasional (SOP) pelaksanaan. Tak hanya oleh sekolah, namun juga pihak penyedia makanan dan Pemkot Surabaya.

Uji coba makan gratis bergizi dilakukan di lima sekolah. Di antaranya, SD Negeri Klampis Ngasem III /512, Jalan Manyar Kertoarjo III Nomor 107 dan SD Negeri Menur Pumpungan, Jalan Manyar Kartika Timur Nomor 8, SD Negeri Wonorejo V/316, Jalan Tempel Sukorejo 1/55, SD Negeri Lidah Kulon IV, Jalan Lontar Lidah Kulon V Nomor 1 dan SD Negeri Margorejo V/407, Jalan Margorejo Tangsi III Nomor 5, Kota Surabaya.

➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved