Selasa, 5 Mei 2026

Ketahanan Pangan Jatim

Hobi Pelihara Ikan Koi Kini Jadi Hoki, Rizal Kantongi Rp5 Juta Perhari

Kisah Rizal Akbar warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo sukses budidaya ikan Koi

Tayang:
surya.co.id/pramita
Rizal Akbar bergelut dengan ikan koi 

SURYA.CO.ID PONOROGO - Budidaya ikan koi menjadi hoki bagi Rizal Akbar (33 )  ini sukses melakukan budidaya ikan koi dari Jepang.

Bagaimana kisah sukses warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo ini?

Rizal bersama pekerjanya terlihat sibuk di kolam miliknya yang berlokasi di Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

Beberapa pekerja menjaring ikan koi yang masih berusia 3 bulan. Mereka sedang memilah mana yang bisa dijual dengan potensi harga tinggi maupun yang hanya dijual ‘gopyokan’.

“Awalnya hobi, sekarang menghasilkan cuan. Setiap hari jutaan rupiah saya dapat. Rp 3-5 juta saya kantongi lah tiap hari,” ungkap Rizal sambil terkekeh, Minggu (3/11/2024).

Baca juga: Tingkatkan Ekonomi dan Ketahanan Pangan, Pemkab Kediri Dorong Budidaya Lele dan Produk Olahannya

Rizal lalu berkisah hobi nya tentang koi itu berawal dari covid 19. Saat itu semua dilakukan pembatasan. Dia sendiri kebingungan melakukan apa di rumah.

“Saya jenuh  kala itu. Hingga membudidayakan koi. Belum berpikir mau bisnis awalnya. Ya cuma sekedar memelihara koi saja,” tambahnya.

Hingga 2022, Rizal memutuskan untuk berbisnis koi. Dia kemudian belajar ke Jepang bagaimana budidaya ikan koi.

Rizal mengimpor bibit koi langsung dari Jepang dengan varietas unggulan seperti koi showa yang bercorak merah, hitam dan putih dan koi kohaku yang dominan merah dan putih serta shiro dengan corak hitam-putih.

“Hingga membuat kolam disini (Desa Ngadisinan). Total 20 kolam. Ada kolam pemijahan hingga kolam pembesaran,” tambah bapak 3 anak ini.

Dia menjelaskan, bahwa banyak penghobi koi yang sekedar hobi. Hal itu dimanfaatkan olehnya. Jika koi mereka hamil, dan mereka tidak mau mengurusinya, dia membelinya.

“Kami pijah disini kami tebar. Jadi paradigma tentang budidaya koi itu mahal dan susah perawatan saya balik. Sebenarnya pembubidaya koi tidak ribet,” klaimnya.

Asal ada air, kebutuhan pakan juga lebih hemat dibanding ikan konsumsi. Rizal lalu menyebutkan setelah pemijahan nanti menunggu 2 sampai 3 bulan.

Pada proses pemijahan mendapatkan 3000 ikan. Kemudian 2 sampai 3 bulan dipisahkan lagi, dari 3000 menjadi 1500 ikan koi.

Ditunggu kembali 2 sampai 3 bulan, nanti 1500 menjadi 500. Ditunggu lagi dari 500 sampai 200.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved