Minggu, 10 Mei 2026

Berita Jombang

Pabrik Helm di Sumobito Jombang Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,4 Miliar

Pabrik helm di Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang milik Noval Fanani terbakar, Jumat (18/10/2024)

Tayang:
Foto Istimewa
SURYA.CO.ID, JOMBANG - Pabrik helm di Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang milik Noval Fanani terbakar, Jumat (18/10/2024) sekitar pukul 02.30 WIB. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,4 miliar karena api yang membara membakar hebat seluruh isi bangunan, meskipun tidak ada korban jiwa. Menurut warga sekitar, Nur Indayati mengatakan, kebakaran ini sangat cepat sehingga semua barang yang berada di dalam.pabrik ikut hangus tak tersisa. Api pertama kali terdeteksi muncul di bagian belakang pabrik, dan dengan begitu cepat menyebar ke seluruh bangunan. "Suami saya membangunkan saya, dan memberitahu kalau ada pabrik helm yang terbakar. Saat keluar rumah saya lihat api sudah membesar, warga itu pada panik karena melihat api yang besar di belakang pabrik," ucapnya. Saat situasi mencekam dan warga sedang panik, muncul suara ledakan yang asalnya berasal dari barang-barang pabrik yang terbakar. Petugas pemadam pun dikerahkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB dan langsung memadamkan api. Menurut Riza Maulana, petugas pemadam kebakaran yang bertugas, ada tiga unit mobil pemadam yang diterjunkan. Personil dari Ploso, Jombang dan Mojoagung dikerahkan untuk membantu memadamkan api Ada juga dua unit mobil suplai air dari Pusdalops Ngoro yang ikut terjun ke lokasi untuk membantu memadamkan api. Sejak menit awal munculnya api hingga menyebar, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 06.15 WIB. "Kurang lebih tiga jam api baru bisa dipadamkan. Dari pukul 02.30 WIB sampai pukul 06.15 WIB," ungkapnya. Tidak ada kendala apapun dalam upaya memadamkan api. Namun, ia mengatakan jika seluruh barang yang berada di dalam pabrik hangus tak menyisakan apapun. Mulai dari bangunan pabrik, mesin, bahan kimia hingga stok helm yang siap diproduksi. Dugaan awal penyebab kebakaran ini dikarenakan korsleting listrik di dalam pabrik, yang memicu munculnya api penyebab kebakaran. Setelah api berhasil dipadamkan, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kebakaran. 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Pabrik helm di Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang milik Noval Fanani terbakar, Jumat (18/10/2024) sekitar pukul 02.30 WIB.

Kerugian ditaksir mencapai Rp1,4 miliar karena api yang membara membakar hebat seluruh isi bangunan, meskipun tidak ada korban jiwa. 

Menurut warga sekitar, Nur Indayati mengatakan, kebakaran ini sangat cepat sehingga semua barang yang berada di dalam.pabrik ikut hangus tak tersisa. 

Api pertama kali terdeteksi muncul di bagian belakang pabrik, dan dengan begitu cepat menyebar ke seluruh bangunan. 

"Suami saya membangunkan saya, dan memberitahu kalau ada pabrik helm yang terbakar. Saat keluar rumah saya lihat api sudah membesar, warga itu pada panik karena melihat api yang besar di belakang pabrik," ucapnya. 

Saat situasi mencekam dan warga sedang panik, muncul suara ledakan yang asalnya berasal dari barang-barang pabrik yang terbakar.

Petugas pemadam pun dikerahkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB dan langsung memadamkan api. 

Menurut Riza Maulana, petugas pemadam kebakaran yang bertugas, ada tiga unit mobil pemadam yang diterjunkan. 

Personil dari Ploso, Jombang dan Mojoagung dikerahkan untuk membantu memadamkan api 

Ada juga dua unit mobil suplai air dari Pusdalops Ngoro yang ikut terjun ke lokasi untuk membantu memadamkan api. 

Sejak menit awal munculnya api hingga menyebar, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 06.15 WIB. 

"Kurang lebih tiga jam api baru bisa dipadamkan. Dari pukul 02.30 WIB sampai pukul 06.15 WIB," ungkapnya. 

Tidak ada kendala apapun dalam upaya memadamkan api. Namun, ia mengatakan jika seluruh barang yang berada di dalam pabrik hangus tak menyisakan apapun. 

Mulai dari bangunan pabrik, mesin, bahan kimia hingga stok helm yang siap diproduksi.

Dugaan awal penyebab kebakaran ini dikarenakan korsleting listrik di dalam pabrik, yang memicu munculnya api penyebab kebakaran. 

Setelah api berhasil dipadamkan, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kebakaran. 

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved