Selasa, 14 April 2026

SURYA Kampus

Sosok Viol Dhea Kharisma Mahasiswa Unair yang Masuk World Top 2 Persen Scientist

Peneliti dan mahasiswa program studi S3 MIPA, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair), Viol Dhea Kharisma SSi MSi masuk jajar

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Adrianus Adhi
Dok Unair
Peneliti dan mahasiswa program studi S3 MIPA, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair), Viol Dhea Kharisma SSi MSi 

SURYA.co.id, Surabaya - Peneliti dan mahasiswa program studi S3 MIPA, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair), Viol Dhea Kharisma SSi MSi masuk jajaran World Top 2 persen Scientist versi Stanford University dan Elsevier. 

Di tahun 2023, Viol juga meraih predikat seripa berkat dedikasinya dalam meneliti di bidang Biologi.

“Puji syukur atas kehadirat Dzat Pencipta Alam Semesta. Saya sangat bangga sekali sebagai Ksatria Airlangga dapat membawa nama Universitas Airlangga di kancah Internasional."

"Saya kebetulan juga tercantum dalam daftar World Top 2 % Scientist di tahun 2023, jadi ini sudah kedua kalinya,” ucap Viol. 

Baginya, masuk ke daftar World Top 2 persen Scientist 2024 dapat memperkuat self branding sebagai peneliti muda berkualitas. 

Selain itu, menjadi motivasi bagi mahasiswa, khususnya para Ksatria Airlangga agar senantiasa menulis karya dan mempublikasikan di jurnal bereputasi dengan membawa nama almamater tercinta.

Memiliki latar belakang pendidikan S1 hingga S3 Biologi, Viol memanfaatkannya dengan melakukan pengembangan pendekatan riset dan menulis karya ilmiah terkait bioinformatika. 

Selain itu, penggiat media sosial atau content creator di bidang sains dan edukasi ini mengungkapkan bahwa ia juga banyak bergerak untuk mengembangkan pemikiran sains kompleksitas. 

Melalui kajian perspektif biologi untuk menghasilkan solusi back to the nature atau solusi baru tanpa menghasilkan masalah baru lagi di masa depan.

“Kebanyakan karya ilmiah yang saya tulis bersama superteam mengarah ke kajian tersebut."

"Misalnya, untuk melakukan prediksi komputasi untuk eksplorasi potensi tanaman herbal, olahan fermentasi di Indonesia, dan simulasi desain kandidat vaksin potensial,” papar Viol.

Saat ini, Viol memilih mendalami Virologi sebagai bidang riset utamanya. Menurutnya, tantangan yang ia hadapi saat ini adalah pengetahuan terkait virus dan peneliti di bidang Virologi di Indonesia masih sangat minim. 

Selain itu, adanya eksklusivitas penggunaan laboratorium oleh kalangan tertentu membuat kajian Virologi tidak bisa berkembang dan kurang diminati.

Sebagai seorang peneliti yang telah berhasil menghasilkan banyak karya ilmiah berkualitas, Viol merasa bahwa kolaborasi penelitian memainkan peran penting dalam pencapaian tersebut. 

Dengan seringnya berkolaborasi, Viol dan timnya berhasil memiliki beberapa kolaborator luar negeri seperti Jepang, Thailand, Filipina, Irak, Iran, India, Rusia, dan Amerika Serikat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved