Pembunuhan Vina Cirebon
Usai Somasi Titin Soal Iptu Rudiana, Elza Syarief Kini Sindir Terpidana Kasus Vina: Playing Victim
Setelah melayangkan somasi kepada Titin Prialianti, Elza Syarief kini memberikan sindiran menohok terkait para terpidana Kasus Vina Cirebon.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
SURYA.co.id - Setelah melayangkan somasi kepada Titin Prialianti, Elza Syarief kini memberikan sindiran menohok terkait para terpidana Kasus Vina Cirebon.
Kuasa hukum Iptu Rudiana itu menyebut kuasa hukum Saka Tatal, Titin Prialianti playing victim.
Mulanya, Titin menyinggung soal tidak bisa dihadirkannya Iptu Rudiana dalam Sidang Peninjauan Kembali (PK) terpidana kasus Vina.
Ia menyebut, hakim tidak punya kewenangan untuk memaksakan hal tersebut.
Jangankan Iptu Rudiana, kata Titin, anggota polisi yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus Vina pada 2016 pun juga tidak bisa dihadirkan dalam Sidang PK.
Baca juga: Sudirman Nyaris Bunuh Diri saat Menghilang di Kasus Vina Cirebon, Keluarga: Sangat Tertekan
Di sisi lain, Titin masih meyakini para terpidana kasus Vina tidak bersalah dalam peristiwa 2016 silam.
Jika bersalah, lanjut Titin, tidak mungkin para terpidana berani menyebut nama-nama orang yang diduga menganiaya mereka.
"Kemudian saya berpikir kalau anak-anak ini memang tidak bersalah, tidak mungkin sanggup menyebut nama-nama yang dia ketahui, apalagi di muka persidangan."
"Apalagi sekarang di media. Tidak mungkin itu terjadi apabila mereka tidak mengalami kepedihan yang luar biasa," kata Titin, dikutip dari YouTube NusantaraTV, Selasa (2/10/2024).
Titin kemudian menyinggung soal status para terpidana yang berasal dari keluarga tak mampu.
Menurut Titin, terpidana kasus Vina hanya orang kecil yang tak mungkin berani mengarang cerita menjadi korban penganiayaan oleh oknum polisi.
Baca juga: Tak Puas Tuding Hakim PK Terpidana Kasus Vina Ketakutan, Elza Syarief Sindir Sudirman: Berlebihan
"Emang mereka itu siapa? Cuma anak-anak kuli bangunan, emang sanggup ngarang cerita yang tidak pernah terjadi, penganiayaan," urainya.
"Karena kalau bicara secara detail apa sih yang sebenarnya terjadi pada saat penangkapan? Itu semua juga bisa bicara detail, bisa, sangat bisa," sambungnya.
Hanya saja, urai Titin, kesempatan bicara seluas-luasnya itu tidak didapatkan.
Apalagi sejak 2016, para terpidana sudah menyampaikan apa yang mereka alami saat ditangkap dalam kasus Vina.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.