Berita Jombang

Mundjidah dan Khofifah Kompak Hadiri Harlah Muslimat NU ke-78 di Alun-Alun Jombang

Mundjidah Wahab dan Khofifah Indar Parawansa kompak datang di acara Hari Lahir (Harlah) ke-78 Muslimat NU di Alun-Alun Jombang

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: irwan sy
IST
Mundjidah Wahab dan Khofifah Indar Parawansa serta Habib Syech saat Agenda Sholawatan dalam Rangka Harlah Muslimat NU ke-78 di Alun-Alun Jombang. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Mundjidah Wahab dan Khofifah Indar Parawansa kompak datang di acara Hari Lahir (Harlah) ke-78 Muslimat NU di Alun-Alun Jombang yang menghadirkan Al-Habib Syech bin Abdul Qodir As-Segaf atau Habib Syech.

Ibu-ibu Muslimat NU dari segala penjuru Jombang maupun luar daerah sudah hadir di Alun-Alun Jombang sejak pukul 17.00 WIB dengan tujuan yang sama yakni bersholawat bersama Habib Syech.

Hadir pula dalam agenda tersebut yakni Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jombang yakni Mundjidah Wahab dan juga Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kesempatan tersebut, Mundjidah mengatakan, kegiatan ini merupakan puncak acara peringatan Harlah Muslimat NU ke-78.

Sebelumnya juga diadakan kegiatan di setiap ranting maupun PAC, mulai dari lomba qasidah, jalan sehat hingga senam.

"Ini adalah puncak kegiatan Harlah Muslimat NU, Alhamdulillah hadir pula Habib Syech ditengah-tengah kita. Semoga malam ini kita semua diberikan kesehatan jasmani dan rohani," ucapnya.

Wanita yang juga putri pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahab Chasbullah itu juga menyempatkan diri untuk meminta doa restu kepada ribuan ibu-ibu yang hadir untuk kembali maju di Pilkada Jombang 2024 sebagai Cabup.

"Semoga haja ibu-ibu, bapak-bapak, hajar ibu Khofifah, hajar saya dan hajar semua yang hadir di sini selalu diberikan kemudahan dan dikabulkan oleh Allah SWT," ujar wanita yang pernah menjabat sebagai Bupati Jombang periode 2018-2023 itu.

Sementara itu, Khofifah juga berkesempatan memberikan pesan kepada seluruh hadirin yang hadir malam itu.

Ia mengatakan, ribuan ibu-ibu yang hadir dalam sebuah acara dan bergerak dengan tulus merupakan sebuah fenomena.

"Muslimat NU memang pernah harlah tengah malam, jam 10 malam dimulai khotmil quran, jam 2 dihi hari kemudian salat tahajud dilanjutkan sampai subuh tapi itu dilakukan di GBK. Kalau di Jawa Timur, baru kali ini ada harlah muslimat NU dilakukan malam hari karena mencocokkan jadwal Habib Syech. Mudah mudahan barokah, Jawa Timur barokah, Indonesia Barokah," tandas Khofifah.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved