Pembunuhan Vina Cirebon

Kesaksian Tegas Rivaldy alias Ucil di Sidang PK Terpidana Kasus Vina: Saya XTC Tapi Bukan Pembunuh

Salah satu terpidana kasus Vina Cirebon, Rivaldy alias Ucil memberikan kesaksian tegas. Ngaku anggota geng motor XTC.

Kolase Tribun Jabar
Kolase foto Rivaldy alias Ucil. Inilah Kesaksian Tegas Rivaldy alias Ucil di Sidang PK Terpidana Kasus Vina Cirebon. 

SURYA.co.id - Salah satu terpidana kasus Vina Cirebon, Rivaldy alias Ucil meberikan kesaksian tegas.

Ia mengaku sebagai anggota geng motor XTC.

Padahal, sebelumnya pembinan XTC sempat menyebut Ucil bukanlah anggotanya.

Pengakuan Ucil ini terlontar dalam sidang Peninjauan Kembali (PK) kasus Vina Cirebon, Jumat (13/9/2024).

Awalnya, saksi Dede dan Liga Akbar dipersilakan oleh Majelis Hakim untuk meminta maaf secara langsung ke para terpidana.

Baca juga: Tak Percaya Jika Iptu Rudiana Siksa Terpidana Kasus Vina Cirebon, Pitra Romadoni Bantah Keras: Lebay

Tidak kuasa menahan tangis, Liga Akbar meminta maaf pada enam terpidana.

"Saya minta maaf, atas kesaksian saya mereka dihukum," kata Liga Akbar di persidangan.

Liga mengatakan, tidak pernah berniat untuk memberikan keterangan palsu.

"Demi Allah bukan niat saya dari hati untuk memasukkan mereka ke penjara," kata Liga sambil menahan tangis.

"Saya juga punya perasaan, kalau saya jadi mereka gimana. Keluarga mereka juga pasti sakit hati," tambahnya.

Terlihat para kuasa hukum ikut meneteskan air mata dan mengusap matanya dengan tissue.

 Liga Akbar pun memeluk satu persatu para terpidana sambil mengucapkan maaf lagi.

Permintaan Liga Akbar itu disambut pelukan hangat oleh para terpidana.

Baca juga: Kejanggalan Besar Kasus Vina Cirebon Dibongkar Pengacara Terpidana, Disebut Mirip Pertunjukan Sulap

Mulai dari Supriyanto, Jaya, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadani hingga yang terakhir Rifaldy alias Ucil.

Saat menyambut pelukan Liga Akbar, Ucil pun terlihat mengangkat mic di tangannya.

Kepada Liga Akbar, Ucil menegaskan kalau dirinya adalah anggota XTC.

"Saya XTC tapi saya bukan pembunuh," kata Ucil ke Liga Akbar.

Mendengar itu, Liga Akbar menganggukan kepala sambil terus memeluknya lagi.

"Sampai mati saya XTC," kata Ucil lagi.

Tak hanya itu, Ucil juga sebelumnya menegaskan kalau dirinya tidak pernah bermasalah dengan Eky.

"Saya tidak kenal korban Vina ataupun Eky apalagi punya masalah," kata Ucil.

Walau begitu, Rivaldi alias Ucil tetap mengucap terimakasih atas keberanian Liga Akbar Cahyana yang telah berucap jujur soal kasus Vina Cirebon.

"Saya mau ucapin terimakasih untuk keberaniannya, terimakasih Liga Akbar, saya Rivaldi alias Ucil," kata Ucil.

Sebelumnya, Pembina XTC Kota Cirebon, Doci membantah Ucil merupakan anggotanya.

"Validasi kami anggota yang terdaftar akan diberikan KTA atau Kartu Tanda Anggota bukan Tato gambar lebah," kata Doci ke TribunnewsBogor.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Menyesal Ikuti Arahan Iptu Rudiana, Dede Saksi Kasus Vina Cirebon Ngaku Kena Karma: Perceraian Saya

Bahkan menurut dia, para anggota XTC di Cirebon tidak ada yang mengenali sosok Ucil sama sekali.

"Circle dia bukan anak-anak XTC, saya konfirmasi ke anak-anak XTC Cirebon gak ada yang tau dia team atau clan mana," ungkapnya.

Terkait tato lebah di punggung Ucil, Doci pun mengaku mempertanyakan hal itu.

Bahkan tato itu juga yang membuatnya sempat mengira kalau Ucil adalah anggota XTC.

"Ya saya menunjukan tato lebah di punggung Ucil juga sebenarnya itu sebuah pertanyaan juga untuk saya, sy yg anggota terdaftar saja tidak sampe di tatto gambar lebah," bebernya.

Ungkap Detik-detik Penangkapannya

Kolase foto Rivaldy alias Ucil. Jadi Terpidana Kasus Vina Cirebon Gara-gara Sudirman, Begini Balasan Rivaldy alias Ucil.
Kolase foto Rivaldy alias Ucil. Jadi Terpidana Kasus Vina Cirebon Gara-gara Sudirman, Begini Balasan Rivaldy alias Ucil. (kolase Tribun Jabar)

Sebelumnya, Ucil blak-blakan mengungkap fakta sebenarnya di balik tewasnya Vina Dewi Arsita alias Vina Cirebon dan Muhammad Rizky alias Eky. 

Ucil membeber peran besar orangtua Eky yakni Iptu Rudiana yang tiba-tiba datang menemuinya, beberapa hari setelah kejadian tewasnya Eky dan Vina. 

Saat itu Ucil sudah ditahan di Polsek Cirebon Utara Barat atas kasus kepemilikan senjata tajam dan penganiayaan terhadap teman wanitanya. 

Baca juga: Eks Napi Bongkar Penyiksaan Terpidana Kasus Vina Cirebon, Setiap Malam Dipukuli, Ucil Gak Sanggup

Iptu Rudiana langsung mencecar Ucil dengan kejadian tewasnya sang anak, Eky. 

Merasa tidak tahu dan sudah berada di tahanan tiga hari, Ucil pun mengelaknya.  

Namun, Iptu Rudiana terus menudingnya dengan mengatakan teman-temannya sudah mengaku. 

Tak hanya itu, kepala Ucil juga dibenturkan ke teralis tahanan. 

"Saya terus dijedot-jedotin ke teralis. Nanti dulu pak, apa-apaan pak," ungkap Ucil menceritakan protesnya saat itu, dikutip dari tayangan Telusur TVOne pada Jumat (6/9/2024). 

Setelah itu, lanjut Ucil, muncul lah tersangka lain, Sudirman yang disuruh penyidik untuk menunjuk siapa yang terlibat di kasus Vina. 

Saat itu Sudirman menunjuk Ucil yang memiliki tatoo di badannya.

Namun saat itu Sudirman menyebut nama dia Andika. 

Merasa namanya bukan Andika, Ucil kembali protes. 

Namun protesnya tak ditanggapi polisi yang akhirnya meminta dia ikut ke Polres Cirebon Kota. 

Di Polres Cirebon Kota, Ucil bertemu dengan tersangka lain, Hadi Saputra dkk yang juga mengalami hal serupa, dipukuli para penyidik. 

"Dijudge kamu yang bunuh, kamu yang nusuk, kamu yang  memerkosa," ungkap Ucil sambil terus mengaku tidak tahu menahu hal itu. 

Bahkan saking kesal protesnya tidak ditanggapi, Ucil sampai minta dibunuh atau dimatikan saja. 

"Saya dimasukin ke sel, yang lain juga sama mereka juga digituin. (Tersangka) yang lain pun saya gak kenal," katanya. 

Setelah dipaksa mengaku, Ucil lalu dipindah ke tahanan Polda Jabar selama 2-3 bulan untuk menyembuhkan luka-lukanya.   

Setelah itu dia dikembalikan ke Polsek dan dititipkan ke Rutan Pelabuhan. 

Tak lama setelah itu, dia disidang atas kasus kepemilikan senjata tajam dan divonis 1 tahun 6 bulan penjara. 

Dan, tak lama setelah itu dia dilimpahkan lagi untuk kasus Vina Cirebon

"Tiba-tiba pelimpahan kasus vina. Apa apaan pak. Saya tanda tangan aja enggak. 
Saya marah-marah di tempat persidangan. Saya tanda tangan aja gak, Sampai mati pun enggak. Gak pernah tanda tangan saya," akunya.  

Baca juga: Pitra Romadoni Pengacara Iptu Rudiana Masih Ngotot Bantah Bukti Chat Vina Cirebon: Bukan Nomornya

Ucil mengaku sampai saat ini tidak pernah tanda tangan BAP di Polres.

"Saya tanda tangan di polsek saja. Di polres gak pernah tanda tangan," katanya. 

Ucil pun mengaku tidak tahu isi BAP karena merasa tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan. 

Namun saat dakwaan dibacakan di persidangan dia baru tahu kalau dituduh menusuk hingga memerkosa korban Vina. 

"Saya bantah semua, dari awal persidangan juga. Saya tanda tangan saja tidak," katanya. 

Kini harapan Ucil mulai tumbuh ketika banyak pihak yang memperhatikan kasusnya dan akhirnya dia bisa mengajukan permohonan PK.  

"Harapan saya semoga terbuka seluas-luasnya. Saya bisa kumpul lagi sama keluarga. Bisa jagain adik-adik saya. 
Saya yakin, Allah tidak akan pernah tidur. Pengadian sesungguhnya menanti di akherat nanti," tukasnya.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved