Pilgub Jatim 2024
Emil Buka-Bukaan Pilih Lanjut Jadi Cawagub Jatim, Dibanding Terima Tawaran Jadi Menteri Prabowo
Apa yang membuat Emil memilih untuk melanjutkan karir politiknya di Jawa Timur bersama Khofifah alih-alih menjadi menteri negara?
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dua bulan lagi pesta demokrasi di Jawa Timur akan diselenggarakan. Pilgub Jatim menjadi menarik karena juga menjadi daerah dengan jumlah pemilih kedua terbesar di Indonesia. Maju sebagai paslon petahana, Emil Elestianto Dardak sebagai cawagub pendamping Khofifah Indar Parawansa.
Sebelum resmi mendaftar sebagai cawagub bersama Khofifah, Emil Dardak santer dikabarkan akan masuk dalam kabinet Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Apa yang membuat Emil memilih untuk melanjutkan karir politiknya di Jawa Timur bersama Khofifah alih-alih menjadi menteri negara? Juga bagaimana ceritanya Emil Dardak bisa mulus tanpa resistensi menjadi wagub yang dipilih oleh 15 partai pengusung Khofifah-Emil?
Simak jawabnya dalam wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra bersama Emil Elestianto Dardak berikut ini.
Apa yang membuat Anda lebih memilih sebagai cawagub pendamping Khofifah padahal semua orang tahu bahwa Anda santer disebut akan membantu Prabowo Gibran dalam kabinet ke depan?
Tentu merupakan suatu kehormatan yang besar ketika kami mendapatkan tawaran untuk membantu Presiden dan Wakil Presiden Terpilih. Tapi prinsipnya kami sebagai anak bangsa harus siap untuk ditugaskan di mana pun.
Namun demikian kami juga ada dalam sebuah amanah yang bahkan telah diberikan sejak akhir tahun 2023 untuk mendapat mendampingi Ibu Khofifah. Yang mana amanah itu telah diberikan langsung oleh Ketum Demokrat Mas AHY yang tentunya dengan persetujuan Ketua Majelis Tinggi Partai yaitu Pak SBY
Maka saat ada penyampaian presiden terpilih dan ada amanah beberapa waktu sebelumnya dari Presiden RI ke-6, maka itu adalah ranahnya suhu-suhu untuk menentukan, kita sebagai anak bangsa harus siap untuk ditugaskan dimana saja.
Saya pribadi pun wajar sebagai wagub 2019-2024 punya ikatan batin yang tinggi untuk melanjutkan hal-hal yang saya lihat peluangnya luar biasa untuk pembangunan Jawa Timur.
Jadi artinya lebih memilih melanjutkan apa yang sudah dilakukan secara on the track ya?
Bisa dikatakan begitu. Karena contohnya nih, banyak yang tidak sadar bahwa Pasar Turi-Gubeng-Wonokromo-Waru yang menjadi jantungnya transportasi Surabaya Raya keretanya masih single track dan belum listrik. Padahal masyarakat punya cita-cita besar supaya punya KRL dan kereta yang kapasitasnya lebih besar.
Nah sekarang itu hampir terwujud. Sebuah kerja lama yang sudah kita mulai sejak tahun 2019, proyek SRRL sudah masuk penandatanganan Kementerian Perhubungan dengan KfW Jetman dan akan dilanjutkan dengan Kementerian Keuangan. Bahkan pendanaan tahap awal sudah disecure dengan nilai Rp 3,5 Trilliun.
Lho dari 2019 sampai sekarang baru penandatanganan?
Iya. Karena menyiapkan infrastruktur memang ada prosesnya, dan itu panjang. Harus ada studi, ada DED dan lain-lain
Dan yang membahagiakan, rangkaian proyek ini juga akan menyediakan enam underpass di Jalan Ahmad Yani untuk menghindari perlintasan sebidang.
BREAKING NEWS Khofifah-Emil Resmi Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilgub Jatim 2024 |
![]() |
---|
Usai Sidang Kedua Sengketa Pilgub Jatim 2024, Kubu Risma-Gus Hans Tetap Yakin MK Kabulkan Gugatan |
![]() |
---|
Gugatan Pilgub Jatim 2024, Bawaslu Siapkan Keterangan di MK Pekan Depan |
![]() |
---|
Hadapi Gugatan MK, Tim Hukum Khofifah-Emil Siap Kawal Suara Warga Jatim |
![]() |
---|
Kubu Risma-Gus Hans Optimistis MK Kabulkan Gugatan Pilgub Jatim 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.