Jokowi Reshufle Menteri Menkumham, Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah: Kami Fokus Pilkada

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan Said Abdullah angkat bicara soal reshufle kabinet yang baru dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Editor: Adrianus Adhi
Foto Istimewa
Ketua Banggar DPR, Said Abdullah 

SURYA.co.id - Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan Said Abdullah angkat bicara soal reshufle kabinet yang baru dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Ada tiga hal yang ia sampaikan kepada SURYA.co.id melalui pernyataannya.

"Pertama, kita menganut sistem presidensial. Artinya presiden memiliki kewenangan mengangkat dan memberhentikan menteri atau pejabat setingkat menteri," kata Said Abdullah.

Said menturkan keputusan tersebut adalah hak prerogatif yang diberikan konstitusi kepada presiden. "Jadi kalau presiden memberhantikan menteri itu kita hormati sebagai kewenangan beliau," tambahnya.

Kedua, kata Said, semua kader PDI Perjuangan yang sekarang menjabat sebagai menteri telah kita wakafkan untuk kebaikan sebesar besarnya bagi optimalnya jalannya pemerintahan.

Baca juga: Sosok Supratman Andi Agtas yang Kabarnya akan Ditunjuk Jadi Menkumham saat Jokowi Reshuffle Kabinet

"Jadi kalau Presiden Jokowi memandang perlu ada evaluasi atau kebutuhan lainnya, sehingga sejumlah kader PDI Perjuangan diberhentikan, ya kita hormati itu," tambahnya.

"Sehingga tidak mungkin kami meratapi itu, karena begitulah mekanisme tata negara kita. Apalagi kami akan mengawal pemerintahan ini sampai berakhir di bulan oktober sesuai amanat kongres dan ini kami junjung tinggi keputusan kongres tersebut karena bagian dari ketaatan kepada konstitusi kami," katanya.

"Lagi pula, per Oktober nanti pemerintahan berganti ke Pak Prabowo" tambahnya.

Ketiga, lanjut Said, PDI Perjuangan lebih fokus memikirkan tentang pemenangan pilkada.

"Sebab pilkada serentak ini memiliki makna penting sebagai bentuk pengabdian kader kader PDI Perjuangan, untuk mendapatkan kepercayaan rakyat," katanya.

Menurut dia jalannya pemerintahan di daerah akan berdampak maju mundurnya daerah. Apalagi pilkadanya serentak, sehingga kami harus memikirkan strategi yang terbaik untuk menyukseskan calon calon yang kami usung dan dukung.

Untuk diketahui, Jokowi melalukan reshuffle kabinet di Istana Negara, Senin (19/8/2024).

Selain merombak kabinet, Presiden Jokowi juga akan melantik sejumlah kepala lembaga baru.

Adapun daftar mereka yang dilantik yakni:

Supratman Andi Agtas dilantik sebagai Menkumham menggantikan Yasonna Laoly.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved