Berita Surabaya

Dikerjakan 2025, Pembangunan Underpass Taman Pelangi Surabaya Telan Anggaran Rp 220 Miliar

Rencana pengerjaan jalan bawah tanah (Underpass) Taman Pelangi Surabaya terus berjalan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
surya.co.id/habibur rohman
Suasana bundaran Taman Pelangi saat jam pulang kerja. Kawasan ini menjadi salah satu lokasi perlintasan sebidang dan menjadi titik kemacetan di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rencana pengerjaan jalan bawah tanah (Underpass) Taman Pelangi Surabaya terus berjalan.

Menggunakan anggaran pemerintah pusat, proyek tersebut ditaksir menghabiskan dana sekitar Rp220 miliar.

Saat ini, Pemkot Surabaya tengah fokus dalam melakukan pembebasan lahan terhadap sejumlah persil yang masih didiami beberapa warga.

Berlangsung sejak awal tahun, Pemkot Surabaya menyiapkan anggaran sekitar Rp 81 miliar untuk pembebasan lahan sekitar 22 persil rumah yang tinggal di Kampung Jemur Gayungan RT 1 RW 3 Surabaya tersebut.

"Pembebasan sudah masuk ke pengadilan. Habis pembebasan, pembangunan underpass tersebut langsung jalan," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Setelah pembebasan selesai, Pemkot Surabaya akan memindahkan saluran yang ada di kawasan tersebut.

Saluran lama nantinya akan menjadi lokasi pembangunan Underpass.

"Yang kita (Pemkot) kerjakan adalah saluran paa pada 2024, baru pada 2025 pembangunan Underpass," kata mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Dalam proses pembangunan tersebut, anggaran akan bersumber dari pemerintah pusat.

"Untuk pembangunan awal membutuhkan sekitar Rp220 miliar," tandas alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya ini.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya berencana membangun ruas jalan baru untuk mengantisipasi kemacetan di kawasan Surabaya Selatan.

Berkolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemkot akan membangun Flyover/Underpass di kawasan Bundaran Taman Pelangi, Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Sejumlah hal tengah dihitung, mulai dari rekayasa lalu lintas, dampak lingkungan, hingga kebutuhan biaya.

Diharapkan, terobosan ini bisa mengurangi kemacetan di kawasan ini.

Sebagai kawasan yang dekat dengan perbatasan Surabaya-Sidoarjo, bundaran Taman Pelangi acap kali menimbulkan kepadatan kendaraan, terutama, saat rush hour atau jam berangkat dan pulang kantor.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved