Konferwil PWNU Jatim

Calon Penerus Bangsa, PWNU Jatim Bagikan Santunan Akbar ke 1.446 Anak Yatim se Kabupaten Jombang

Disebut penerus masa depan bangsa, PWNU Jatim menggelar santunan bersama 1.446 anak yatim se Kabupaten Jombang, Jumat (2/8/2024).

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Cak Sur
Istimewa/Media Center Konferwil PWNU Jatim
Santunan untuk ribuan anak yatim di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dalam rangka Konferwil PWNU Jatim, Jumat (2/8/2024). 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Disebut penerus masa depan bangsa, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) menggelar santunan bersama 1.446 anak yatim se Kabupaten Jombang pada Jumat (2/8/2024).

Bertempat di Masjid Ulil Albab Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, santunan ribuan anak yatim ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jatim 2024.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur Prof KH Ali Maschan Moesa mengatakan, santunan anak yatim ini merupakan bentuk kecintaan terhadap masa depan bangsa.

"NU Jatim akan lebih berkah jika mencintai anak yatim. KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur juga anak yatim, di mana saat umur 13 tahun ayahnya sudah meninggal," ujar Kiai Ali.

Hal itulah yang memotivasi salah satu rangkaian kegiatan Konferwil PWNU Jatim ini terlaksana. Ia juga berharap, dengan santunan ribuan anak yatim se Kota Santri ini dapat memberikan berkah untuk NU.

"Mudah-mudahan dengan semangat konferensi, adanya santunan anak yatim ini menjadi bagian dari sukses NU, sukses Tebuireng, Jawa Timur, Indonesia," kata Kiai Ali.

Tak lupa, Kiai Ali juga berterima kasih kepada segenap unsur yang memberikan sumbangsih atas terselenggaranya santunan ribuan anak yatim ini.

"Dukungan untuk santunan anak yatim ini berasal dari Baznas Jawa Timur, dari Muslimat, Baznas Jombang, Baznas Kediri dan Lazisnu Jawa Timur," ungkapnya.

Tak lupa, Kiai Ali juga mendoakan supaya anak yatim tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan menjadi tokoh besar.

"Kami berdoa kepada Allah SWT, supaya mereka menjadi anak yang berbakti bagi bangsa, karena mereka ini calon penerus kehidupan kita di mendatang," jelasnya.

Sementara itu, salah satu anak yatim yang juga hadir di lokasi bernama M Ayub (21) warga Dusun Klampisan Desa/Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, mengatakan ia bahagia mendapatkan santunan di hari yang menurutnya penuh berkah.

Ayub yang mengaku jika sudah ditinggal sang ibu meninggal karena sakit ini, terharu bisa menjadi salah satu anak yang mendapatkan santunan di pondok yang melahirkan banyak tokoh.

"Ibu sudah meninggal sejak saya kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah. Sekarang hanya tinggal berdua dengan ayah saja. Datang ke sini karena dapat undangan santunan akbar," imbuhnya.

Ayub menjadi satu dari sekian anak yang mendapatkan santunan. Peralatan sekolah, kue dan uang ia terima dengan senyum sumringah.

"Alhamdulillah senang, terima kasih juga," pungkasnya.

➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved