Pembunuhan Vina Cirebon

Desak Iptu Rudiana Segera Terus Terang Soal Kasus Vina Cirebon, Eks Wakapolri Contohkan Kasus Sambo

Eks Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno mendesak agar Iptu Rudiana berterus terang terkait kasus Vina Cirebon. Contohkan kasus Ferdy Sambo.

kolase Warta Kota
kolase foto Ipt Rudiana di kasus Vina Cirebon. Desak Iptu Rudiana Segera Terus Terang Soal Kasus Vina Cirebon, Eks Wakapolri Contohkan Kasus Sambo. 

SURYA.co.id - Eks Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno mendesak agar Iptu Rudiana segera berterus terang terkait kasus Vina Cirebon.

Pasalnya, Iptu Rudiana merupakan saksi kunci yang dianggap tahu kejadian sebenarnya.

Bahkan Oegroseno meminta agar Iptu Rudiana mencontoh kasus Ferdy Sambo, khususnya tindakan Bharada E.

"Sekali lagi kuncinya Iptu Rudiana ini. Sudahlah ceritakan Iptu Rudiana kepada Propam kalau takut atau ke Pak Kapolri, Wakapolri, Irwasum peristiwanya seperti ini," kata Oegroseno dikutip dari youtube Abraham Samad SPEAK UP.

Jenderal Bintang Tiga itu lalu menceritakan langkah Richard Eliezer alias Bharada E yang menemui Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menceritakan apa adanya terkait kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo.

Baca juga: Pantesan Pegi Setiawan Tak Terlalu Berharap Ganti Rugi dari Polda Jabar, Sindir Soal Hati Nurani

Meskipun kasus Vina Cirebon dengan pembunuhan Brigadir J berbeda. Dimana, Bharada E berstatus whistleblower.

"Mungkin dia (Iptu Rudiana) merasa bersalah, saya tahu kenapa saya tidak mengambil aksi, mungkin ada ancaman sebelumnya kepada Iptu Rudiana tapi Iptu Rudiana enggak bertindak kira-kira begitu, akhirnya anak-anak jadi korban," jelas Oegroseno.

Menurut Oegroseno, peluang Iptu Rudiana menghadap Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terbuka.

Iptu Rudiana, kata Oegroseno, seharusnya menyadari adanya kelemahan dan kekurangan terkait penanganan kasus tersebut.

Pasalnya, Iptu Rudiana membuat laporan polisi mengenai kasus Vina Cirebon pada tanggal 31 Agustus 2016.

Padahal, kasus Vina Cirebon terjadi pada 26 Agustus 2016.

"Kenapa anda sebagai polisi membuat laporan tidak profesional. Anak anda adalah menjadi korban kenapa tidak diotopsi langsung," kata Oegroseno.

Baca juga: Dicap Beri Keterangan Palsu DPO Kasus Vina Cirebon, Reza Indra Giri Malah Minta Sudirman Dilindungi

"Kalau dijawab saya duga kecelakaan lalu lintas, kecelakaan lalu lintas ditemukan mati kan perlu diotopsi juga, kalau yang nabrak sengaja itu kan pembunuhan," sambungnya.

Namun bila kasus tersebut merupakan kecelakaan tunggal, Oegroseno mengatakan polisi bisa menyelidiki berkas rem sehingga bisa dilihat apakah korban dalam keadaan ngantuk atau mabuk.

"Perlu keberanian rudia kepada pimpinan Polri dulu agar persoalan ini masyarakat tenang akan membuka tabir Eky dan Vina itu," katanya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved