Berita Kediri
Transformasi Kesehatan, Kota Kediri Launching Posyandu Siklus Hidup
Upaya ini tindak lanjut arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mengharuskan layanan kesehatan melakukan 6 transformasi kesehatan
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, KEDIRI - Pemkot Kediri melaunching Posyandu Center of Excelence (CoE) atau posyandu siklus hidup.
Upaya ini tindak lanjut arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mengharuskan layanan kesehatan melakukan 6 transformasi kesehatan.
Program CoE diresmikan Penjabat Wali Kota Kediri, Zanariah di Posyandu Seruni, Ponpes Wali Barokah, Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Senin (15/7/2024).
Posyandu CoE merupakan salah satu bentuk tranformasi layanan kesehatan primer yang melayani semua usia, mulai dari ibu hamil hingga lansia di tempat dan waktu yang sama.
Mengingat, posyandu merupakan bentuk upaya promotif dan preventif untuk deteksi dini penyakit serta pemberian pelayanan dan pengobatan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Muhammad Fajri Mubasysyir, posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat yang sudah menyatu dengan masyarakat.
“Saat ini posyandu fokus pada 5 langkah yakni pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan pemeriksaan, pelayanan kesehatan dan penyuluhan serta validasi dan sinkronisasi data hasil pelayanan,” jelasnya.
Dengan diberlakukannya CoE, perlu penataan kembali posyandu yang ada di Kota Kediri berdasarkan wilayah RW.
“Supaya ke depan semua ibu hamil dan menyusui bayi, balita, usia sekolah dan remaja serta usia produktif dan usia lanjut dapat mengakses layanan kesehatan dalam satu tempat dan satu waktu di posyandu siklus hidup,” jelasnya.
Data Dinas Kesehatan, Kota Kediri memiliki 344 posyandu. Sedangkan jumlah RW sebanyak 327 dengan mayoritas posyandu Strata Puri (Purnama Mandiri).
Tingkat Purnama sebanyak 246, mandiri 9, pratama 4 serta madya 86.
“Melihat kondisi ini maka nanti secara berkala Kota Kediri akan menyesuaikan posyandu CoE berdasarkan wilayah RW,” jelasnya.
Disampaikan harapannya agar Posyandu CoE tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan saja, namun juga menjadi tempat edukasi dan pengembangan potensi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan
“Kami berpesan kepada para kader kesehatan untuk terus meningkatkan skill, terutama 25 ketrampilan dasar, sehingga nanti mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik,” jelasnya.
Diharapkan dengan adanya Posyandu CoE kesadaran masyarakat Kota Kediri terhadap kesehatan semakin meningkat guna mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Gen Z Dominasi Kasus Baru HIV di Kabupaten Kediri: Banyak yang Terjebak Perilaku Seksual Menyimpang |
|
|---|
| DKPP Kabupaten Kediri Klaim Stok Daging dan Unggas Aman Jelang Momen Natal dan Tahun Baru |
|
|---|
| Tergerus Arus Sungai, Parkiran SDN 2 Ngampel Kota Kediri Ambrol |
|
|---|
| Dinsos Kota Kediri Salurkan Bansos Sembako dan PKH Tahap III dan IV 2024 kepada 8335 Warga Penerima |
|
|---|
| Pj Wali Kota Kediri Raih Penghargaan Top Hospitality Leader in Government and Public Policy |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kegiatan-Posyandu-Seruni-di-Ponpes-Wali-Barokah.jpg)