Jumat, 15 Mei 2026

Liputan Khusus

Kenali Faktor Risiko untuk Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal Kronis

Perlu mengenali faktor risiko menjadi cara pertama untuk mencegah penyakit gagal ginjal kronis.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/samsul hadi
Suasana ruang Instalasi Hemodialisis RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar, Jumat (28/6/2024). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Dokter Ruang Instalasi Hemodialisis RSUD Ngudi Waluyo, dr Fajar Hadi Wijayanto, SpPD mengatakan mengenali faktor risiko menjadi cara pertama untuk mencegah penyakit gagal ginjal kronis.

"Cara pencegahan, pertama harus mengenali punya faktor risiko apa tidak. Misalnya, dari orang tua ada bakat atau bawaan diabetes dan hipertensi apa tidak. Kalau punya faktor risiko harus hati-hati pola hidupnya," kata Fajar, Jumat (28/6/2024).

Orang yang punya faktor risiko gagal ginjal kronis harus berperilaku hidup sehat.

Perilaku hidup sehat itu antara lain, minum air dua liter per hari, menghindari minuman beralkohol, bersoda dan manis.

"Kurangi rokok, lalu gaya hidup sehat dengan olahraga rutin 30 menit sebanyak tiga empat kali seminggu," ujarnya.

Cara pencegahan kedua, yaitu, melakukan skrining, yaitu, deteksi awal penyakit gagal ginjal kronis melalui pemeriksaan urine.

Baca juga: Tren Usia Pasien Gagal Ginjal Kronis di Kabupaten Blitar Semakin Muda

Melalui pemeriksaan urine bisa terdeteksi kalau protein tinggi berarti ada kebocoran ginjal. Kalau ada bakteri berarti ada infeksi di ginjal. Lalu, kalau ada sel darah merah di air kencing bisa mengarah ada batu.

"Itu skrining awal untuk melihat fungsi ginjal. Kalau punya faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes atau usia di atas 40 tahun perlu skrining enam bulan sekali atau setahun sekali," katanya.

Namun, kata Fajar, orang usai muda juga perlu skrining untuk deteksi dini fungsi ginjal. Karena, sekarang penyakit gagal ginjal kronis tidak hanya menyerang orang tua, tapi juga orang muda.

Baca juga: RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar Tangani 120 Pasien Cuci Darah Reguler

Lebih lanjut dikatakannya, karena penyebab penyakit gagal ginjal kronis sampai cuci darah paling banyak akibat hipertensi dan diabetes, maka harus rutin kontrol. Dengan begitu pemburukan fungsi ginjal karena diabetes dan hipertensi dapat ditekan.

"Karena selama ini mitosnya salah. Mitosnya, penderita hipertensi dan diabetes kalau harus terus minum obat secara rutin akan membuat ginjal rusak. Sebenarnya, obat yang diminum itu justru bisa melindungi ginjalnya dari kondisi pemburukan akibat hipertensi dan diabetes," ujarnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved