Rabu, 15 April 2026

Berita Jember

Sumur Warga Tercemar Solar Proyek Terminal, DPRD Jember Minta Pelaksana Menyupai Air Bersih

"Sehingga kami datangi pelaksana proyek yang bertanggung jawab. Saya minta agar warga segera dibuatkan sumur baru," kata David.

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Deddy Humana
surya/imam nawawi
Anggota DPRD Jember memeriksa sumur warga yang tercemar solar di dekat Proyek revitalisasi Terminal Tawang Alun Jember, Senin (3/6/2024). 


SURYA.CO.ID, JEMBER - Bocoran solar dari tandon dalam proyek revitalisasi Terminal Tawang Alun Jember, merepotkan warga sekitar. Pencemaran lingkungan akibat kebocoran solar itu telah mengintrusi sumur milik warga sejak 19 Mei 2024 lalu.

Karena itu anggota DPRD Jember mendatangi proyek milik Kementerian Perhubungan RI itu, Senin (3/6/2024). Inspeksi itu bertujuan menindaklanjuti adanya sumur warga di RT 04/RW 05 Dusun Gayam, Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji yang tercemar.

Imbas kebocoran memang dirasakan warga yang tinggal di sisi Barat terminal itu. Tumpahan solar diduga dari tandon milik kontraktor pelaksana proyek senilai Rp 25,9 miliar itu.

Anggota DPRD menemui pekerja PT Indo Penta Bumi Permai selaku rekanan pelaksana proyek untuk mengkonfirmasi tumpahan solar yang mencemari sumur warga.

Staf lapangan PT Indo Penta Bumi Permai, Ahmad Reza mengatakan bahwa tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) itu akibat bocornya tandon. Sehingga solar di dalamnya merembes di tanah dan mencemari sumur warga. "Kebocoran terjadi pada 19 Mei 2024, pada tandon di dekat area pemukiman warga," kata Raza saat dikonfirmasi.

Menurutnya, ada 900 liter solar yang tumpah akibat kebocoran tandon itu. Pihaknya berjanji akan membuatkan sumur baru untuk warga yang terdampak kebocoran solar itu. "Sementara sumur yang tercemar akan kami lakukan pengurasan. Dan kami buatkan sumur baru bagi warga terdampak," ucap Reza.

Reza mengatakan, bocornya BBM itu karena adanya lobang kecil di bagian bawah tandon yang terbuat dari plastik. Kemudian cairan solar tersebut merembes di tanah hingga mencemari sumur warga.

"Kalau penyebab utama kebocoran itu kami belum tahu. Namun setelah kami cek, memang ada lubang kecil di bagian tandon penyimpanan solar," tambahnya.

Reza mengungkapkan, kasus tersebut terungkap setelah ada warga melapor pada 19 Mei 2024 kemarin. Katanya, sumurnya berbau solar. "Kemudian kami cek bersama di sumur warga tersebut, untuk dijadikan sample. Ternyata memang benar, sumurnya sudah beraroma solar," ungkapnya.

Sementara anggota DPRD Jember, David Handoko Seto mengatakan, air sumur yang tercemar solar tumpahan milik kontraktor proyek di Terminal Tawang Alun itu, sudah tidak bisa digunakan.

"Sehingga kami datangi pelaksana proyek yang bertanggung jawab. Saya minta yang pertama tadi, agar warga segera dibuatkan sumur baru," kata David.

Selain itu, David meminta agar kontraktor pelaksana juga memberikan suplai air bersih kepada warga yang sumurnya tercemar. "Pihak kontraktor setiap hari mensuplai air bersih, kepada warga yang terdampak, agar mereka tetap bisa mandi," jelasnya.

Sejauh ini baru dua orang warga di RT 04/RW 05 Dusun Gayam yang air sumurnya tercemar, akibat tumpahan solar dari rekanan pelaksanan proyek pemerintah pusat itu.

"Dan tidak menutup kemungkinan sumur warga yang lain nantinya juga tercemar saat sering turun hujan," kata David Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Jember tersebut. *****

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved