Berita Situbondo
Ada Warga di Eks Lokalisasi Dukung Wisata Karaoke, Wabup Situbondo Contohkan Sukses Penutupan Dolly
segelintir warga menyambut rencana menyulap eks lokalisasi menjadi wisata karaoke itu, tampaknya karena dipicu kondisi ekonomi.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Penutupan lokalisasi Gunung Sampan (GS) di Desa Kotakan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo lewat peraturan daerah (perda), juga berdampak pada masyarakat sekitarnya. Meski ada kontroversi dari rencana menjadikan GS sebagai kawasan wisata karaoke, sebagian warga justru mendukungnya.
Alasan mendasar segelintir warga menyambut rencana menyulap eks lokalisasi menjadi wisata karaoke itu, tampaknya karena dipicu kondisi ekonomi.
Seperti pangakuan beberapa warga di Lingkungan RT 30, Desa Kotakan, sebelumnya mereka bisa mendapat penghasilan sebagai pembantu rumah tangga dan mencuci pakaian dari pemilik wisma-wisma saat zona merah itu belum ditutup.
Mistani (45), salah satu warga di kawasan eks lokalisasi GS yang ditemui SURYA, Kamis (25/4/2024) membenarkan hal itu. Mistani menuturkan bahwa sejak tahun 2003 ia memiliki pelanggan yang mencucikan pakaian di RT 30 itu. "Hasilnya lumayan, bisa membantu ekonomi keluarga," kata Mistani.
Ia tidak bisa memastikan berapa besar penghasilan setiap harin karena tergantung banyaknya baju yang dicuci. "Kadang sehari bisa dapat Rp 70.000 hingga Rp 100.000 dari mencuci baju-baju," ungkapnya.
Selain mencuci baju, kata Mistani, ia dan warga lain juga sering diminta pemilik wisma-wisma waktu itu untuk menyapu rumah dan halamannya. "Kalau menyapu bisanya diberi upah Rp 25.000," tambahnya.
Karena itu Mistani setuju kalau kawasan eks lokalisasi termasuk di RT 30 dijadikan wisata karaoke karena akan memberikan pekerjaan dan penghasilan. "Kalau saya sangat setuju, apalagi selama ini lingkungan RT 30 selalu sepi dari kegiatan usaha," ucapnya.
Sementara Ketua RT 30, Triana Agustin mengatakan ada sekitar 76 kepala keluarga (KK) yang bekerja dari kegiatan usaha di lingkungannya itu. Dari 76 KK itu hanya 10 KK yang menyediakan tempat karaoke, sedangkan yang lain hanya warga biasa. "Dengan adanya wisata karaoke maka ekonomi masyarakat akan bergerak lancar," kata Triana.
Tidak hanya itu, ia menilai keberadaan wisata karaoke di kawasan eks lokalisasi juga bakal memberikan lapangan pekerjaan bagi warga di RT 30. "Warga ada yang bekerja sebagai ojek atau menjual makanan," katanya.
Tetapi Wakil Bupati (Wabup) Situbondo, Nyai Hj Khoirani menyampaikan penolakan keras atas rencana membangun wisata karaoke di eks lokalisasi itu. "Kalau saya 100 persen tidak setuju eks lokalisasi GS dirombak menjadi wisata hiburan karaoke. Bahkan kalau bisa, saya ingin tempat itu ditiadakan," tegas Khoirani.
Mantan anggota DPRD Situbondo itu mengatakan, sudah seharusnya tidak ada GS di Kota Santri. "Alhamdulillah saat saya masih menjadi anggota dewan, di wilayah Barat tidak ada tempat prostitusi. Karena seiring waktu dengan kesadarann sendiri, para pemilik usaha prostitusi itu pindah," ujarnya.
Politisi PPP ini lantas membandingkan penutupan lokalisasi Dolly oleh Pemkot Surabaya yang tegas namun bisa berjalan dengan baik dan akhirnya praktik prostitusi di sana benar-benar berakhir.
"Insya Allah nanti Situbondo juga bisa membubarkan tempat-tempat lokalisasi. Kita akan bersama-sama dengan Polri dan TNI, MUI serta DMI," kata Khoirani.
Ia berharap ada gerakan nyata dari stakeholder serta tokoh masyarakat hingga tokoh agama di Kabupaten Situbondo untuk memberantas segala bentuk prostitusi. "Kita tidak hanya menolak, tetapi harus ada gerakan nyata dari semua pihak dan kita niatkan untuk memberantas segala bentuk prostitusi,"pungkasnya.
Sebelumnya pemda menyusun langkah konstruktif untuk merevitalisasi eks lokalisasi Gunung Sampan (GS) di Desa Kotakan, yang selama ini masih ditemukan prakik prostitusi terselubung. Ratusan kali penggerebekan dan razia ternyata tidak membuat praktik haram itu berakhir, justru terus terjadi secara diam-diam.
eks lokalisasi Situbondo jadi wisata karaoke
pro kontra wisata karaoke di eks lokalisasi
PCNU menyikapi eks lokalisasi jadi wisata karaoke
warga di eks lokalisasi dukung wisata karaoke
Wabup Situbondo Hj Khoirani
Wabup tolak lokalisasi jadi wisata karaoke
Situbondo ingin tiru penutupan lokalisasi Dolly
eks lokalisasi Gunung Sampan
Geram Jalan Desa Dibiarkan Rusak 10 Tahun, Tokoh Masyarakat Mengadu ke DPRD Situbondo |
![]() |
---|
Kualitas Padi Variets BK Tidak Bagus, DPRD Situbondo Minta Anggaran Pembibitan Rp 1,2 Miliar Dihapus |
![]() |
---|
Segarnya Air Sumur Bor Bantuan Kodim 0823 Situbondo, Petani Bisa Tanam Sayur Penuhi Makanan Bergizi |
![]() |
---|
KRONOLOGI Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Pantura Situbondo, Dua Pengendara Motor Luka Luka |
![]() |
---|
Hujan Deras dan Angin Kencang, Dapur Rumah Warga Desa Juglangan Situbondo Ini Ambruk |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.