Berita Malang Raya

Usai Libur Lebaran 2024, Jumlah Kasus Demam Berdarah di Kota Batu Bertambah

Jumlah kasus Demam Berdarah di Kota Batu usai libur Lebaran 2024 semakin bertambah.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Titis Jati Permata
surya/didik mashudi
Foto Ilustrasi, petugas melakukan fogging di kawasan perumahan yang terdapat kasus positif demam berdarah. 

SURYA.CO.ID, BATU - Jumlah kasus Demam Berdarah di Kota Batu usai libur Lebaran 2024 semakin bertambah.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mulai 10-17 April, jumlah kasus Demam Dengue (DD) ada sebanyak 227 kasus, Dengue Haemoragic Fever (DHF) 173 kasus dan Dengue Shock Syndrome (DSS) sebanyak 11 kasus.

Jumlah kenaikan dari angka sebelumnya, DD sebanyak 207 kasus kemudian bertambah 20 kasus menjadi 227 kasus, DHF dari yang sebelumnya 158 kasus bertambah 15 menjadi 173 kasus dan DSS dari 10 kasus bertambah 1 kasus menjadi 11 kasus.

“Indikasi kenaikannya karena perubahan iklim atau cuaca. Musim hujan jadi banyak genangan air. Selain itu karena banyak mobilisasi penduduk selama lebaran kemarin,” kata Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr Susana Indahwati, Selasa (23/4/2024).

Baca juga: Serangan Demam Berdarah di Tulungagung, 50 Persen Pasien RSUD Campurdarat Adalah Kasus DBD

Sementara itu, sampai dengan saat ini dari ratusan kasus demam berdarah yang terjadi di Kota Batu, ada sebanyak dua kasus kematian yang disebabkan karena DSS.

Untuk menekan penyebaran demam berdarah di Kota Batu, Dinkes Kota Batu terus menggalakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan juga fogging.

“Tujuan PSN untuk memutus siklus hidup nyamuk. Jadi gerakan ini memastikan tidak ada tempat nyamuk untuk berkembang biak. Sedangkan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa,” jelasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved