Bolehkah Puasa Syawal di Hari Ayyamul Bidh 22, 23, 24 April 2024? Berikut Penjelasannya
Bolehkah Puasa Syawal dikerjakan pada hari Ayyamul Bidh tanggal 22, 23, 24 April 2024? Simak penjelasan Buya Yahya.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Bolehkah Puasa Syawal dilaksanakan di hari Ayyamul Bidh tanggal 22, 23, 24 April 2024? Berikut penjelasan Buya Yahya.
Diketahui, Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah tiga hari setiap pertengahan bulan Qamariah.
Menurut bahasa, kata al yauma adalah bentuk jamak yang artinya 'hari', sedangkan bidh artinya 'putih', karena itu Puasa Ayyamul Bidh juga disebut dengan Puasa Putih. Puasa yang dikerjakan di hari-hari dimana malamnya bulan bersinar cerah.
“Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15’.” (HR Abu Dawud).
Pada Ayyamul Bidh Bulan Syawal 1445 H jatuh tanggal 22, 23, 24 April 2024 M. Dimana umat Islam masih memiliki kesempatan untuk mengerjakan Puasa Syawal.
Bolehkah Puasa Syawal dikerjakan pada hari Ayyamul Bidh?
Penjelasan Buya Yahya
Buya Yahya telah memberikan penjelasan tentang ketentuan ibadah Puasa Syawal pada video yang diunggah akun YouTube Al Bahjah TV, 14 Juni 2017.
Dijelaskan, menurut mazhab Imam syafi'i, mengerjakan puasa sunnah syawal tidak harus berurutan atau berturut-turut selama 6 hari.
"Menurut mazhab kita Imam Syafi'i, 6 itu tidak harus berurutan," ujar pendakwah bernama lengkap Prof. Yahya Zainul Ma'arif, LC, MA, Ph.D tersebut, dikutip dari tayangan video YouTube Al Bahjah TV.
Akan tetapi, lanjut Buya Yahya, jika ada yang mau mengerjakannya secara berurutan langsung selama 6 hari, itu lebih baik.
Sebab apabila ditunda-tunda, dikhawatirkan menjadi lupa sampai bulan Syawal berlalu.
Pada akhirnya, kesempatan untuk mengerjakan puasa sunnah syawal di tahun itu juga berlalu.
"Memang lebih utama segera diselesaikan. Karena apa? Menunda amal baik takut nanti tidak ada kesempatan lagi," sebut Buya Yahya.
Lebih lanjut Buya Yahya menerangkan, bagi yang berpuasa sunnah syawal secara tidak berurutan, pahala puasanya tetap sama dengan yang menunaikannya selama 6 hari berturut-turut.
Pemprov Jatim Terima Perwakilan Massa Aksi, Buruh Keluhkan Beban Pajak yang Berat |
![]() |
---|
15 Truk Sound Horeg Diperbolehkan Pulang, Polres Blitar Kota: Buat Pernyataan Tak akan Ulangi Lagi |
![]() |
---|
Kumpulan Sholawat dan Doa Maulid Barzanji Lengkap Arab, Latin serta Artinya |
![]() |
---|
Cerita Guru Honorer di Jombang Bergaji Rp800 Ribu, Miris dengan Kenaikan Tunjangan DPRD Jombang |
![]() |
---|
Rekam Jejak Gus Irfan yang Disebut Berpeluang Jadi Menteri Haji dan Umrah, Cucu Pendiri NU |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.