Minggu, 19 April 2026

Berita Surabaya

Tips Merapikan Keuangan Setelah Libur Lebaran 2024 Ala IPOT PT Indo Premier Sekuritas

PT Indo Premier Sekuritas memberikan sejumlah tip untuk merapikan keuangan setelah liburan Lebaran 2024.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
ist
Aplikasi IPOT besutan PT Indo Premier Sekuritas. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Libur Lebaran 2024 telah berakhir dan saatnya kembali beraktivitas dan bekerja untuk mengumpulkan pundi-pundi penghasilan serta memastikan stabilitas keuangan jangka panjang.

“Ini adalah waktu yang tepat untuk kembali fokus pada pekerjaan, bisnis atau sumber penghasilan lainnya serta membuat rencana dan strategi untuk mencapai tujuan keuangan,“ kata Angga Septianus, Community Lead IPOT, Jumat (19/4/2024).

Namun sebelum terlalu sibuk dalam rutinitas, penting untuk mengevaluasi kondisi keuangan, apakah ada kesalahan dalam pengeluaran selama libur Lebaran.

“Kita harus waspada agar perilaku keuangan yang buruk tidak memberatkan kita di masa mendatang. Ibarat mengisi tabung dengan air, siapa pun harus memastikan tidak ada kebocoran. Begitu juga dengan keuangan, kita perlu memastikan kestabilan setelah masa liburan,“ pesan Angga.

Dia memberikan sejumlah tip untuk merapikan keuangan setelah liburan Lebaran.

Pertama, periksa catatan keuangan selama mudik dan liburan.

"Apakah pengeluaran meningkat saat mudik atau liburan Lebaran? Entah untuk amplop salam tempel saat Idul Fitri, tiket mudik, liburan hingga oleh-oleh. Periksa kembali catatan pengeluaran apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan," jelas Angga.

Jika bisa berhemat, sebaiknya ditabung atau diinvestasikan sisa dana tersebut.

Namun jika pengeluaran melebihi anggaran, perlu dilakukan pemeriksaan ulang.

"Kedua, lunasi utang, terutama jika menggunakan paylater," ujar Angga.

Penggunaan paylater atau pinjaman memang memudahkan, tetapi perlu diingat bahwa di baliknya ada bunga dan biaya yang harus dibayar.

Meskipun bisa memberikan kenyamanan dalam jangka pendek, utang semacam ini bisa menjadi beban finansial yang berat dalam jangka panjang.

"Untuk menghindari akumulasi utang yang berlebihan, jelasnya, disarankan untuk segera melunasi utang yang ada dan jika memungkinkan, menghindari terperangkap dalam siklus utang yang berkelanjutan," beber Angga.

Ketiga, batasi pengeluaran harian dan utang untuk memperbaiki aliran kas.

Pengeluaran tambahan dan utang bisa mengganggu aliran kas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved