Persebaya Surabaya

Tak Cuma Paido, Eks Kapten Persebaya Surabaya Rachmat Irianto Ungkap Alasan Hijrah ke Persib Bandung

Tak cuma Paido, ternyata eks kapten Persebaya Surabaya Rachmat Irianto punya alasan sendiri hijrah ke Persib Bandung dua musim lalu.

Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Fatkhul Alami
Instagram: Rachmat Irianto
Rachmat Irianto saat masih berkostum Persebaya Surabaya 

Ia ingin dikenal sebagai Rachmat Irianto, bukan hanya sebagai anak Bejo Sugiantoro.

“Jadi saya keluar dari Persebaya, saya coba menghilangkan omongan orang-orang bahwa saya bisa bermain tanpa adanya bapak. Saya bisa berdiri sendiri dengan nama saya, Rachmat Irianto," jelasnya.

“Waktu itu ada juga saya bilang ke orang-orang, jangan panggil saya Bejo, saya Rian buka Bejo. Walaupun bapak saya pemain bola top, panggil saya Rian, bukan Bejo,” katanya.

Setelah memperkuat Persebaya Surabaya selama enam tahun, Rian akhirnya menerima pinangan Persib Bandung pada awal musim 2022/2023.

Bersama Pangeran Biru, Rian selalu menjadi andalan.

Ia bahkan tak jarang didapuk sebagai kapten tim.

Setelah 2 tahun, 46 pertandingan, 2 gol dan 4 assist, Rian berambisi untuk bisa meninggalkan nama tersendiri.

“Saya mau bikin legacy (peninggalan) sendiri, seperti itu. Jadi Bejo ya Bejo, Rian ya Rian,” Pungkasnya

Paido Jadi Alasan Persebaya Surabaya Kehilangan Pemain Potensial

Masalah paido pada pemain Persebaya Surabaya sendiri sempat jadi bahasan utama saat Yahya Alkatiri bertandang ke studio Harian Surya di awal musim Liga 1 2023/2024 lalu. 

Yahya yang saat itu masih menjabat sebagai manajer Persebaya menyebutkan bahwa paido menjadi salah satu alasan Persebaya kehilangan sejumlah pemain pilarnya dari musim ke musim.

Paido tak lain merupakan sisi negatif dari besarnya nama Persebaya serta militannya pendukung, Bonek.

Sebuah dukungan bisa berubah menjadi paido (Re: tidak percaya; memarahi; menyalahkan) apabila pemain dinilai tak tampil dengan performa terbaik atau tim mendapatkan hasil minor. 

Bruno Moreira saat merayakan gol di laga Persebaya vs Persis Solo
Bruno Moreira saat merayakan gol di laga Persebaya vs Persis Solo (Persebaya)

Terkait paido yang kerap dirasakan pemain Persebaya, Manajer Yahya Alkatiri buka suara. 

Yahya mengungkapkan bahwa supporter memang boleh melakukan koreksi terhadap pemain, tetapi ada cara tersendiri. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved