Rabu, 29 April 2026

Berita Situbondo

Demi Keselamatan Selama Arus Mudik Lebaran 2024, Sopir Bus dan MPU di Terminal Situbondo Dites Urine

Sebanyak puluhan sopir bus dan mobil penumpang umum (MPU) di Terminal Situbondo menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urine

Penulis: Izi Hartono | Editor: irwan sy
izi hartono/surya.co.id
Suasana pemeriksaan kesehatan para sopir bus dan MPU di Terminal Situbondo. 

SURYA.co.id | SITUBONDO - Sebanyak puluhan sopir bus dan mobil penumpang umum (MPU) di Terminal Situbondo menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urine, Kamis (04/4/2024).

Pemerikaan yang melibatkan tim medis Dqainas Kesehatan dan Dokter Kesehatan Polres Situbondo, dipantau langsung Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Tutud Yudho Prastyawan ini, untuk memastikan kondisi kesehatan para sopir layak dan tidak mengemudi selama arus mudik dan balik lebaran tahun 2024 tersebut.

Para sopir bus dan MPU harus melalui tahapan screning pemeriksaan petugas, yakni pemeriksaan tensi, gula darah, tes urine dan mata.

Salah seorang sopir bus, Septuan Adi Candra mengatakan, dirinya menjalani pemeriksan tes urine untuk memastikan  penggunaan naekoba dan minunan beralkohol.

"Tadi kami juga diperiksa guka darah, kolestrol dan asam urat," ujarnya usai menjalani pemeriksaan di Terminal Situbondo.

Dengan adanya pemerisaan ini, kata sopr bus asal Gending, Probolinggo ini mengatakan, sangat bagus dan berharap ada pemeriksaan yang berkelanjutan ke depannya.

"Kalau perlu tiga atau empat bulan sekali dilakukan pemeriksaan seperti ini," katanya.

Ia mengaku berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi kesehatan tidak ada masalah dan sehat.

"Alhamdulillah sehat, dan saya siap untuk mengemudi," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyatakat Dinas Kesehatan Situbondo, dr Dina Fitriyah mengatakan, untuk hasil pemeriksaan para sopir itu masih direkap dan belum semunay tercatat.

"Tapi alhamdulillah tadi untuk sopir sopit masih layak," "ujar dr Dina.

Tujuan pemeriksaan ini, kata dr Dina, untuk memonitor pengemuei, baik itu angkutan lintas provinsi atau antar kota.

"Ya paling tidak kondisi para pengemudi bisa terpantau kesehatannya ,"katanya.

dr Dina menjelaskan, ada beberapa kreteria hasi pemeriksaannya, yakni layak memgemudi, layak dengan catatan.

"Kalau ada catatan itu  karena ada beberapa penyakit yang memang harus jadi pengertian tidak layak mengemudi," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved