Senin, 13 April 2026

Pilkada 2024

Beda Pilihan Cabup, PPP, PKS dan Nasdem Tetap Berkoalisi di Pilkada Jember 2024

PPP memutuskan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jember 2024

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa PPP Jember
Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq (tengah berbaju batik hijau kombinasi hitam) diapit Ketua DPD Partai Nasdem dan PKS Jember. 

SURYA.CO.ID, JEMBER- Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  memutuskan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jember 2024.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Jember Madini Farouq mengatakan, meski tiga partai politik (Parpol) ini sepakat berkoalisi, namun ketiganya masih beda pilihan Calon Bupati (Cabup) Pilkada 2024.

"Kami bertemu untuk silaturahim untuk membangun kesamaan dan kebersamaan, kami diskusi dan evaluasi yang akhirnya sepakat melanjutkan Koalisi Pilkada 2020, walaupun belum ada calon bupati yang sama untuk diusung," ujarnya, Selasa (2/4/2024).

Menurutnya, kesamaan ketiga partai ini hanya sama-sama merasa kurang diperhatikan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakilnya Muhamad Balya Firjaun Barlaman. Padahal partai pengusung di Pilkada 2020 silam.

"Tidak sesuai dengan semangat awal saat membangun dan mengusung. Di mana dulu ada istilah sinergi dan kolaborasi, ternyata tidak ada sinergi dan kolaborasi berkelanjutan. Akhirnya PPP, PKS dan Nasdem berkomitmen untuk membangun kebersamaan," kata pria yang akrab disapa Gus Mamak ini.

Oleh karena itu, lanjut dia, persekutuan Partai Politik (Parpol) ini sepakat, mengutamakan kadernya masing-masing untuk diusung jadi Calon Bupati Jember dan Wakil Bupati 2024.

"Karena membesarkan partai itu tidak mudah dan berat. Masak perolehan lima kursi (DPRD Jember) masak rekomnya mau diberikan kepada orang yang tidak berkeringat dan tidak membesarkan partai," ucapnya.

Mengingat, kata dia, Bupati dan Wakil Bupati merupakan jabatan politis di Kabupaten Jember.

Sehingga yang layak memperoleh posisi tersebut adalah politisi ulung serta banyak pengalaman.

"Maka dari itulah kami utamakan kader internal partai, karena jabatan bupati adalah jabatan politik. Maka yang layak adalah politisi yang punya pengalaman dan layak mimpin Jember ke depan," urai Gus Mamak.

Hal senada juga dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Jember Sudiyanto.

Kata dia, kader internal diutamakan, supaya Parpol tidak dijadikan kendaraan poltik saja bagi Calon Bupati atau Wakil Bupati yang diusung.

"Karena saat Pilkada Bupati ataupun Gubernur sebelumnya, hanya digunakan sebagai kendaraan politik saja. Akhirnya pasca Pilkada banyak kesepahaman yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati bersama partai pengusung, banyak kemandekan," imbuhnya.

Sudiyanto ingin, kandidat Calon Bupati Jember dan Wakil Bupati di Pilkada 2024, bisa melakukan komunikasi politik dengan Parpol pengusung melalui kadernya di DPRD dalam penyusunan visi-misi pembangunan.

"Sehingga kami berharap, penataan dan pengembangan Kabupaten Jember itu atas kesepahaman partai politik dengan Calon Bupati dan Wakil Bupati," ulasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved