Rabu, 15 April 2026

Berita Kota Surabaya

Selain Persenjatai Diri Dengan Sandal Jepit, Ini Tips Agar Rumah Tidak Dibobol Saat Ditinggal Mudik

Lebih aman lagi apabila disimpan di pegadaian. Namun kalau disimpan di pegadaian pastikan dana untuk menebus perhiasaan aman.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Deddy Humana
surya/tony hermawan
Polisi memetakan peta kerawanan kriminalitas saat Ramadhan atau Idul Fitri di Surabaya. 


SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Lebaran 1445 Hijiriah diprediksi banyak masyarakat yang berbondong-bondong melakukan tradisi mudik. Pasalnya tiga tahun sebelumnya masyarakat sempat dilarang pemerintah mudik karena ada Covid-19 . Ditambah lagi, pada tahun 2023 lalu ekonomi belum sepenuhnya pulih.

Keadaan tahun ini diperkirakan cenderung lebih baik, sehingga banyak masyarakat Kota Surabaya dan perantau pulang ke kampung halaman. Namun warga diimbau tidak tergesa-gesa saat akan meninggalkan rumah tanpa mengantisipasi resiko keamanan tempat tinggalnya.

Pertama, pastikan rumah terkunci rapat. Kemudian apabila memiliki perhiasan ada baiknya disimpan dalam brankas. Lebih aman lagi apabila disimpan di pegadaian. Namun kalau disimpan di pegadaian pastikan dana untuk menebus perhiasaan aman.

Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Wibowo mengatakan, polisi siap menjaga keamanan dan penjagaan difokuskan mencegah aksi kriminalitas.

Dua minggu terakhir Bhabinkamtibmas saat melaksanakan tugas Jumat Curhat diminta untuk mendata siapa-siapa warga di setiap wilayah yang melakukan mudik. "Rumah-rumah yang kosong ditinggal mudik akan kami prioritaskan untuk dilakukan patroli," kata Wibowo, Senin (1/4/2024).

Selain itu, masyarakat juga diharapkan bisa memanfaatkan layanan kepolisian. Mulai 4 April 2024, semua Polsek di wilayah Surabaya membuka layanan penitipan kendaraan gratis. Syaratnya ketika kendaraan dititipkan harus menyertakan surat-surat kendaraan.

Dengan adanya layanan itu diharapkan masyarakat bisa merasa aman meskipun rumah ditinggal dalam jangka waktu berhari-hari.

"Semua itu sudah kami persiapkan. Menjelang lebaran nanti polisi akan ada tiga apel. Yaitu apel operasi ketupat,
apel malam takbiran internal, dan apel antisipasi lebaran melibatkan pemkot. Di semua kegiatan itu kami fokus menjaga keamanan Surabaya," ucapnya.

Tetapi Wibowo juga berharap, tidak ada salahnya masyarakat ikut terlibat dalam menjaga keamanan. Cara yang paling ampuh untuk menekan pembobolan rumah adalah dengan kerjasama antarwarga. Maling akan berpikir seribu kali apabila di satu permukiman warga kompak menjaga keamanan.

Misalnya di sebuah kampung menjalankan sistem siskamling. Dalam sebuah kampung tentu tidak semua warga melakukan mudik. Nah, warga yang seperti itulah diharapkan polisi ikut mengawasi rumah kosong ditinggal mudik.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Haryoko Widhi memberi imbauan ada baiknya rumah atau sudut-sudut perkampungan terpasang kamera Closed Circuit Television alias CCTV.

CCTV dapat merekam segala kejadian. Biasanya bila terjadi peristiwa, pihak berwenang akan mampu melacak dan menangkap pelakunya dengan berbekal rekaman CCTV.

Kemudian cabut semua colokan listrik dan gas. Korsleting listrik sering kali menjadi penyebab terjadinya kebakaran di rumah. Karena itu sebelum mudik, pastikan untuk memeriksa dan mematikan semua perangkat elektronik yang ada di rumah sudah terlepas dari stop kontak. Lalu cabut selang gas yang masih terpasang untuk menghindari kebakaran.

Namun, menurut Haryoko, meskipun listrik dalam keadaan mati ada baiknya menciptakan kondisi seolah-olah di rumah ada penghuni. Caranya, lampu di halaman rumah jika malam dalam kondisi nyala. Ini bertujuan agar dari luar tampak ada orang di dalam rumah.

"Untuk menyalakan listrik caranya minta bantuan tetangga yang tidak mudik. Sakelar minta tolong dinyalakan untuk menghidupkan lampu halaman rumah," ujarnya.

Selain itu untuk menambah kesan meyakinkan tidak dalam kondisi kosong adalah dengan membiarkan beberapa sepatu atau sandal jepit di depan rumah. Dengan begitu, umumnya pelaku kejahatan akan mengurungkan niat melakukan aksi pembobolan rumah. ******

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved