Kamis, 30 April 2026

Ramadan 2024

The Southern Hotel Surabaya Hadirkan Menu Khas Kuliner Kota Wali Songo

Menu-menu yang dihadirkan diambil dari resep berbagai daerah, dimana karaketeristik makannya tentu berbeda-beda seperti Kudus, Cirebon, Demak dll

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Nur Ika
Nasi Krawu Gresik, jadi salah satu kuliner mewakili daerah Sembilan Wali yang dihadirkan oleh The Southern Hotel Surabaya 


SURYA.CO.ID, SURABAYA- The Southern Hotel Surabaya mengadaptasi kuliner dari kota sembilan wali (Wali Songo) selama Bulan Ramadan.
 
Menu-menu yang dihadirkan diambil dari resep berbagai daerah, dimana karaketeristik makannya tentu berbeda-beda seperti Kudus, Cirebon, Demak, Surabaya, Gresik, Tuban dan Lamongan.
 
“Alasan kami memilih tema ini adalah sebagai bentuk dedikasi atas jasa para Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, kemudian kami adapatasikan dalam sajian kuliner dari daerah masing-masing Wali,” jelas Kencana Herdianto selaku General Manager The Southern Hotel, belum lama ini.
 
Disamping menu khas dari setiap daerah, kami juga menyajikan beberapa stall menu tradisional, seperti tahu campur, aneka soto dan bakso, kebab, aneka tak’jil, korean steamboat, live carving, dan yang spesial juga adalah kopi Turki.
 
Tribun Jatim berkesempatan mencicipi sajian khas Surabaya dan Gresik yang disajikan saat buka puasa di hotel tersebut. Beberapa menu seperti nasi krawu dan sate karak yang khas dari Gresik, rawon dan rujak cingur dari Surabaya hadir di area restoran hotel.
 
Selain menu utama, ada juga jajanan yang lekat dengan kearifan lokal Gresik seperti pudak, gula kacang, bonggolan dan es dawet siwalan.
 
Terkait sajian tersebut, Executive Chef The Southern Hotel Surabaya Sarto mengatakan, menu-menu yang diambil dari kota Wali Songo itu terus dirotasi setiap harinya. Beberapa bahan disebut diambil dari daerah-daerah tempat ziarah Wali Songo.
 
“Surabaya dan Gresik hampir mirip kulinernya, Tuban dan Lamongan juga hampir mirip. Legen juga ada, es tape khas Gresik juga ada, dawet siwalan kita ambil siwalannya dari sana. Sama seperti empal gentong saya juga ambil bahannya dari sana,” ungkap Chef Sarto.
 
Chef yang berasal Jawa Tengah ini mencontohkan kuliner lain, seperti nasi jangkrik khas Kudus. Nasi jangkrik memiliki ciri khas dibungkus daun jati. Lauknya pun terdiri dari daging sapi, yang diolah menggunakan santan dan bumbu rempah.
 
“Misal nasi boranan Lamongan, ya khasnya ayam bumbu balinya itu. Boranan memang dari bambunya tapi ayam bali rasa kacang itu khas,” ungkapnya.
 
Chef Sarto menyebut, ide ini bermula saat melihat beberapa karyawan yang berasal dari kota-kota sembilan wali. Ia kemudian mengumpulkan dan meriset resep khas masing-masing daerah tersebut.
 
Selain itu, pengalamannya yang sempat tinggal di Cirebon, Kudus dan Demak memperkaya resep olahan kuliner daerah Wali Songo.
 
“Saya melihat ini sebagai suatu tantangan tersendiri bagi saya, dimana saya bisa memberikan pengalaman makan yang lebih, khususnya dibulan yang penuh berkah ini. Semoga semua sajian kami cocok dengan selera para tamu yang nanti akan hadir untuk berbuka puasa bersama,” ungkapnya.
 
Untuk meningkatkan minat dan antusias warga Surabaya, The Southern Hotel Surabaya juga memberikan doorprize yang akan di undi setiap minggunya. 
 
Hadiahnya beragam, mulai dari baby gold, voucher perawatan klinik kecantikan, perawatan gratis laser kolagen untuk wajah, dan masih banyak voucher dan hadiah lainnya selama bulan Ramadan.
 
Harga yang ditawarkan untuk semua fasilitas dan ragam makanan yang sudah dijabarkan adalah 168.000nett per-paxnya.
 
 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved