Kamis, 9 April 2026

Berita Gresik

Gresik Punya 3.030 Pendamping Keluarga untuk Penanganan Stunting di Tiap Kecamatan Hingga Desa

Pemkab Gresik sudah memiliki 3.030 pendamping keluarga di setiap kecamatan hingga desa untuk penanganan stunting.

Penulis: Willy Abraham | Editor: irwan sy
willy abraham/surya.co.id
Wabup Gresik Aminatun Habibah bersama Kepala Dinas KBPPPA dr Titik Ernawati membuka orientasi Tim Pendamping Keluarga. 

SURYA.co.id | GRESIK - Pemkab Gresik sudah memiliki 3.030 pendamping keluarga di setiap kecamatan hingga desa yang saat ini menjalani orientasi untuk melakukan tugas pencegahan dan penanganan stunting.

"Orientasi tim pendamping keluarga sebanyak 1.010 tim  atau 3.030 orang yang terdiri unsur bidan/tenaga kesehatan, kader PKK dan kader KB di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik," ujar Kepala Dinas KBPPPA Gresik dr Titik Ernawati, Kamis (21/3/2024).

Pelaksanaan Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) dilaksanakan pada 61 titik yang tersebar di beberapa desa yang berada di Gresik mulai tanggal 8-20 Maret 2024.

Seluruh petugas pendamping keluarga itu, katanya, diwajibkan mengikuti orientasi tentang berbagai upaya menurunkan kasus stunting yang diselenggarakan di masing-masing kecamatan.

Orientasi TPK adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan keterampilan dalam melaksanakan pendampingan keluarga beresiko stunting di tingkat desa/kelurahan.

Tujuannya, setelah mengikuti orientasi TPK dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan konsep dasar stunting dan 1.000 hari pertama kehidupan dan lainnya.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan dalam kerangka pembangunan kualitas sumber daya manusia, permasalahan stunting yang merupakan salah satu bagian dari Double Burden Malnutrition (DBM) mempunyai dampak yang sangat merugikan baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi produktivitas ekonomi dan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Salah satu prioritas kegiatan yang termuat dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) adalah Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari Unsur Bidan/Tenaga Kesehatan lainnya, Kader PKK dan Kader KB, di Gresik sebanyak  1.010 TPK atau 3.030 orang.

Upaya Intervensi dalam penurunan Stunting dapat dilakukan melalui Intervensi Sensitif/tidak langsung (Sanitasi, Kemiskinan, Pranikah, Pendidikan, Air Bersih, dll).

Intervensi Spesifik/langsung (intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan).

"Angka prevalensi stunting di Gresik  terus menunjukkan penurunan Berdasarkan data SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) pada tahun 2021 prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen, Jawa Timur sebesar 23,5?n Gresik sebesar 23 % . Meski angka prevalensi stunting di Gresik pada tahun 2021 sudah di bawah prevalensi Nasional dan Jatim. Akan tetapi Pemkab Gresik tetap terus melakukan upaya-upaya percepatan penurunan stunting sehingga prevalensi stunting di Gresik mengalami penurunan signifikan menjadi sebesar 10,7 % pada tahun 2022. Target kami untuk prevalensi stunting ke depannya adalah di bawah 10 % ," bebernya.

Dalam rangka  mendukung Percepatan Penurunan Stunting melakukan berbagai strategi yang dilaksanakan di antaranya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petugas percepatan penurunan stunting yang dibentuk BKKBN tahun 2021, yaitu Tim Pendamping Keluarga (TPK)  yang terdiri 3 (tiga) unsur yaitu (Bidan/ Tenaga Medis, TP-PKK dan Kader KB).

"Diharapkan bahwa dalam pendampingan bagi keluarga berisiko Stunting di lini lapangan, dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan, maka perlu diperlukan peningkatan pengetahuan para Tim Pendamping Keluarga  melalui kegiatan Orientasi Tim Pendamping Keluarga  (TPK). Cegah stunting itu penting," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved