Sabtu, 25 April 2026

Travel

Queen On The Sky, Pesawat Boeing 747F Qatar Airways Cargo Di Pensiunkan

Pesawat ini pertama kali bergabung dengan perusahaan tersebut pada September 2017. Ukurannya pun tak main-main, bentang sayapnya sepanjang 68,45 meter

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Wiwit Purwanto
Surya/qatar airways
Queen of the Sky atau sang Ratu Langit Pesawat Boeing 747F milik Qatar Airways Cargo 

SURYA.co.id – Pesawat Boeing 747F milik Qatar Airways Cargo dengan registrasi A7-BGB dan nomor penerbangan QR8807 mengakhiri masa tugasnya. Pesawat yang dijuluki Queen of the Sky atau sang Ratu Langit itu mendarat terakhir kalinya di Doha, Qatar pada Jumat (1/3/2024).
 
Dilansir Kompas.Com, Pesawat ini pertama kali bergabung dengan perusahaan tersebut pada September 2017. Ukurannya pun tak main-main, bentang sayapnya sepanjang 68,45 meter dan panjang keseluruhannya 76,25 meter.
 
"Ketika kami menyambut pesawat kargo Boeing 747 kami ke armada Qatar Airways Cargo tujuh tahun lalu, kami mendapatkan peningkatan tajam dalam permintaan pelanggan akan kapasitas, yang dengan cepat dapat kami penuhi," tutur Chief Officer Cargo di Qatar Airways Cargo, Mark Drusch lewat keterangan resmi, Kamis (7/3/2024).
 
Selama tujuh tahun terakhir, dua pesawat kargo ini menjalani lebih dari 9.000 penerbangan, dengan total lebih dari 66.000 jam terbang efektif, serta mengangkut hampir 800.000 ton.
 
Saat masih beroperasi, tujuan utama pesawat ini adalah Bandara Incheon, Korea Selatan, dengan 1.165 penerbangan. 
 
Beberapa bandara lainnya yang masuk 10 tujuan teratas armada ini, di antaranya Bandara Frankfurt di Jerman, Bandara Schiphol Amsterdam di Belanda, dan Bandara Guangzhou Baiyun di China. 
 
Adapun pesawat 747F telah membawa sejumlah barang, antara lain mobil balap dan kuda ras asli, serta APD (alat pelindung diri) dan perlengkapan medis saat pandemi Covid-19 melanda.
 
Pesawat Boeing 747F dipensiunkan seiring dengan upaya maskapai penerbangan tersebut untuk mempercepat fokusnya pada penerbangan yang lebih hijau.
 
 "Strategi pesawat kargo Next Generation kami didasarkan pada harapan pelanggan yang terus berkembang dan komitmen kuat kami pada keberlanjutan dan efisiensi. Efisiensi dicapai melalui harmonisasi dan penyederhanaan armada, dan keberlanjutan ditingkatkan dengan teknologi penerbangan dan bahan bakar terbaru," jelas Drusch.
 
Pihaknya  telah memesan 34 pesawat Boeing 777-8F, dengan opsi menambah 16 pesawat.  Menurut Drusch, pesawat tersebut memiliki bahan bakar yang paling efisien dan jejak karbon paling rendah di industri kargo.
 
Sementara pesawat Boeing 777-8F disebut bisa mengurangi penggunaan bahan bakar dan emisi CO2 sebesar 30 persen, bila dibandingkan Boeing 747-8.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved